Browsing "Older Posts"

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Retinitis Pigmentosa: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Retinitis pigmentosa adalah salah satu penyakit mata yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap atau kebutaan. Simak informasi selengkapnya tentang gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan, dan lainnya di bawah ini!

retinitis-pigmentosa-doktersehat

Apa Itu Retinitis Pigmentosa?

Retinitis pigmentosa adalah sekelompok penyakit pada retina mata yang dapat menyebabkan rabun senja atau rabun ayam (nyctalopia), yang seiring waktu dapat berkembang dan akhirnya menyebabkan kehilangan penglihatan atau kebutaan.

Retina adalah lapisan tipis sel yang berada di bagian belakang bola mata. Retina berfungsi untuk menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal saraf ke otak untuk melihat.

Retina memiliki dua jenis sel yang menangkap cahaya, yaitu sel batang berada di sekitar cincin luar retina yang berfungsi untuk melihat dalam gelap dan sel kerucut yang berada di tengah retina berfungsi untuk melihat ketika terang.

Penyakit ini merupakan kelainan langka yang diturunkan dari orang tua ke anak, yaitu hanya 1 dari 4.000 orang di dunia yang mengalaminya. Sekitar setengah dari semua orang dengan penderitanya memiliki anggota keluarga yang juga memilikinya.

Ciri dan Gejala Retinitis Pigmentosa

Retinitis pigmentosa adalah penyakit mata yang biasanya dimulai pada masa kanak-kanak. Namun, kapan penyakit dimulai dan seberapa cepat kondisinya menjadi semakin buruk bervariasi pada setiap orang.

Kebanyakan penderita penyakit ini kehilangan penglihatan saat awal dewasa. Namun, kondisi ini juga dapat diwariskan secara genetik, terutama ketika menginjak usia 40 tahun.

Berikut ini beberapa tanda dan gejala retinitis pigmentosa:

1. Rabun Senja atau Rabun Ayam (Nyctalopia)

Gejala awal yang mungkin berkembang adalah kesulitan melihat dalam kondisi kurang pencahayaan atau gelap. Penderitanya mungkin akan tersandung benda-benda atau tidak kesulitan mengemudi di malam hari.

2. Hilangnya Penglihatan Tepi (Tunnel Vision)

Kehilangan penglihatan tepi atau penyempitan lapang pandang segera setelah mengalami rabun senja. Kondisi ini membuat penderitanya tidak bisa melihat segala sesuatunya tanpa memalingkan kepala atau tepi luar penglihatan terlihat gelap dan lingkaran penglihatan penyempitan di tengah.

3. Fotofobia dan Photopsia

Gejala retinitis pigmentosa akan membuat lebih sulit melakukan pekerjaan detail dan mungkin kesulitan melihat warna. Tahap ini terjadi karena kerucut terpengaruh, yang terkadang membuatnya tidak berfungsi terlebih dulu.

Seseorang mungkin mengalami ketidaknyamanan atau silau melihat cahaya yang disebut sebagai fotofobia. Penderitanya mungkin juga seperti melihat kilatan cahaya yang berkilau atau berkedip yang disebut photopsia.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke dokter?

Segera periksakan ke dokter spesialis mata jika mengalami masalah penglihatan, termasuk penurunan kemampuan melihat di malam hari, mengalami penyempitan lapang pandang, gejala semakin memburuk, atau timbulnya gejala baru.

Jenis dan Penyebab Retinitis Pigmentosa

Lebih dari 60 gen yang berbeda dapat menyebabkan beberapa jenis penyakit ini. Orang tua dapat mewariskan gen yang bermasalah kepada anak-anaknya dengan tiga cara berbeda, di antaranya:

1. Autosomal Resesif

Kedua orang tua yang memiliki satu salinan gen bermasalah dan satu salinan gen normal menjadi penyebab retinitis pigmentosa, tetapi tidak menimbulkan gejala apa pun.

Anak yang mewarisi dua salinan gen bermasalah dari ibu dan ayah akan mengembangkan jenis autosomal resesif. Ini karena dua salinan gen bermasalah membuat setiap anak dalam keluarga memiliki kemungkinan terkena penyakit ini sekitar 25%.

2. Autosomal Dominan

Jenis ini hanya akan berkembang ketika disebabkan oleh satu salinan gen bermasalah. Orang tua yang memiliki gen ini memiliki risiko 50% mewariskan kepada anaknya.

3. X-linked

Ibu yang membawa gen bermasalah pada salah satu kromosom X dapat mewariskan kepada putranya. Karena wanita memiliki dua kromosom X, efek mutasi pada satu kromosom X diimbangi gen normal pada kromosom X lainnya.

Masing-masing anak memiliki risiko 50% untuk mewarisinya. Sebagian besar ibu yang membawa gen tidak akan memiliki gejala apa pun.

Kebanyakan putra yang mewarisi dari ibu akan memiliki kondisi yang lebih berat. Sedangkan Ayah yang memiliki gen tidak bisa mewariskan kepada anak-anaknya.

Faktor Risiko Retinitis Pigmentosa

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena retinitis pigmentosa, di antaranya:

  • Paparan sinar matahari yang terlalu lama dapat mempercepat kehilangan penglihatan.
  • Beberapa wanita mengalami kehilangan penglihatan lebih cepat selama kehamilan. Namun, efek kehamilan pada penyakit ini belum diteliti secara klinis.
  • Retinitis pigmentosa adalah penyakit genetik bawaan yang disebabkan oleh mutasi gen aktif dalam sel retina. Mutasi gen diprogram ke dalam sel pada saat pembuahan.

Baca Juga: Retinoblastoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Diagnosis Retinitis Pigmentosa

Dokter spesialis mata dapat mendiagnosis penyakit ini melalui pemeriksaan langsung pada mata. Dokter akan melihat mata dan melakukan beberapa tes khusus, di antaranya:

1. Pemeriksaan Retina Mata

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi retina mata, termasuk untuk respons refleks pupil, penglihatan warna (tes buta warna), pemeriksaan slit lamp (mendeteksi kerusakan bola mata), tekanan intraokular (tekanan pada bola mata), dan ketajaman penglihatan.

2. Ophthalmoscope

Dokter akan memberikan obat tetes mata untuk membuat pupil lebih lebar agar bisa melihat retina dengan lebih baik. Dokter juga akan menggunakan alat genggam untuk melihat bagian belakang mata. Jika memiliki penyakit retinitis pigmentosa, mungkin ada bintik hitam pada retina.

2. Tes Lapang Pandang

Pasien akan melakukan tes untuk melihat titik objek melalui mesin. Sambil menatap pada titik tersebut, benda atau cahaya akan muncul ke samping. Pasien akan menekan tombol ketika melihatnya dan mesin akan membuat peta seberapa jauh penglihatan lapang pandang dari penjuru sisi yang bisa dilihat.

3. Electroretinogram (ERG)

Dokter spesialis mata akan memasang film dari foil emas atau lensa kontak khusus pada mata pasien. Kemudian ia akan mengukur bagaimana retina merespons kilatan cahaya.

4. Tes Genetik

Dokter mata akan mengambil dan mengirimkan sampel DNA ke laboratorium untuk mengetahui bentuk retinitis pigmentosa yang dimiliki pasien.

Jika Anda atau siapa pun dalam keluarga didiagnosis menderita penyakit ini, semua anggota keluarga harus melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata.

Pengobatan Retinitis Pigmentosa

Tidak ada obat khusus untuk penyakit ini, tetapi ada beberapa pilihan perawatan yang dapat memperlambat kehilangan penglihatan dan bahkan dapat mengembalikan penglihatan, di antaranya:

1. Menggunakan Kacamata Hitam

Penggunaan kacamata hitam dapat membantu mata menghindari paparan sinar ultraviolet dari matahari yang berbahaya dan dapat mempercepat kehilangan penglihatan.

2. Acetazolamide

Area kecil di pusat retina bisa membengkak atau disebut edema makula yang dapat mengurangi ketajaman penglihatan. Penggunaan obat acetazolamide dapat meringankan pembengkakan dan meningkatkan ketajaman penglihatan.

3. Vitamin A Palmitat

Penggunaan vitamin ini dalam dosis tinggi dapat membantu sedikit memperlambat retinitis pigmentosa setiap tahunnya. Namun, harus berhati-hati, karena terlalu banyak bisa beracun. Sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter dosis dan efek samping lainnya.

4. Implan Retina

Jika mengalami penyakit ini pada tahap akhir atau X-linked, kemungkinan besar memerlukan implan retina yang dapat memberikan penglihatan sebagian. Prosedur ini dilakukan dengan menanamkan retina ke dalam mata dan dipasangkan dengan kacamata yang dilengkapi dengan kamera.

5. Pengobatan Lainnya

Perawatan lain untuk meringankan gejala penyakit ini, termasuk penggantian sel atau jaringan yang rusak dengan yang sehat dan terapi gen untuk memasukkan gen sehat ke dalam retina. Perawatannya menggunakan alat khusus yang dapat membantu memaksimalkan penglihatan dan rehabilitasi untuk membantu pasien tetap mandiri melakukan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: 15 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Mudah dan Ampuh!

Komplikasi Retinitis Pigmentosa

Penyakit ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap atau mungkin berkembang secara perlahan atau mungkin lebih cepat. Berikut ini beberapa komplikasi dari retinitis pigmentosa:

  • Kebutaan. Penyakit ini menyebabkan kehilangan penglihatan yang memburuk seiring waktu. Meskipun jarang terjadi, pada beberapa orang akhirnya mengalami kebutaan.
  • Katarak. Pasien penderita penyakit ini biasanya mengembangkan jenis katarak yang disebut katarak subkapsular. Ketika kondisi ini terjadi, lensa menjadi buram dan penglihatan terganggu.
  • Ablasio retina. Pada beberapa pasien mungkin mengalami ablasio retina yang terjadi ketika retina terpisah dari perlekatannya ke bagian belakang bola mata. Bahkan, tanpa perawatan yang cepat membuat ablasio retina menyebabkan hilangnya penglihatan permanen.
  • Mengganggu aktivitas. Penyakit ini pada akhirnya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya, keterbatasan dalam beraktivitas ketika kurang penerangan atau gelap dan mungkin kesulitan untuk berkendara di malam hari.

Pencegahan Retinitis Pigmentosa

Penyakit ini adalah kelainan genetik, sehingga tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, ada beberapa langkah yang dapat mengurangi gejala, di antaranya:

  • Ketika keluarga memiliki riwayat penyakit ini, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait genetik untuk menilai faktor risiko anak-anak yang mewarisi penyakit ini.
  • Penggunaan suplemen vitamin A dalam bentuk tertentu kemungkinan dapat menunda gejala masalah pada retina.
  • Menggunakan kacamata antiradiasi sangat penting untuk melindungi mata dari cahaya biru yang lebih merusak mata daripada sinar ultraviolet.

 

  1. Anonim. 2019. What Is Retinitis Pigmentosa?. https://www.webmd.com/eye-health/what-is-retinitis-pigmentosa#1. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Retinitis Pigmentosa. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17429-retinitis-pigmentosa. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Retinitis Pigmentosa. https://www.drugs.com/health-guide/retinitis-pigmentosa.html. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  4. Anonim. Tanpa Tahun. Retinitis Pigmentosa (RP)- Causes and Treatment. https://diseasesdic.com/retinitis-pigmentosa-rp-causes-and-treatment/. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  5. Anonim. 2018. Retinitis pigmentosa. https://medlineplus.gov/ency/article/001029.htm#:~:text=The%20cells%20controlling%20night%20vision,family%20history%20of%20retinitis%20pigmentosa. (Diakses pada 27 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari situs slot online mengenai Retinitis Pigmentosa: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Retinitis Pigmentosa: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Tuesday, July 28, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Paramol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Paramol adalah obat yang mengandung paracetamol 500 mg. Obat ini digunakan untuk menurunkan demam. Ketahui manfaat obat Paramol, aturan penggunaan, dosis, efek samping, dan harganya di sini.

obat-paramol-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Paramol

Berikut ini adalah informasi umum obat Paramol:

 Nama Obat Paramol
 Kandungan Obat  Paracetamol 500 mg
 Kelas Obat  Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
 Kategori Obat  Obat bebas
 Manfaat Obat  Meredakan rasa sakit termasuk demam, sakit gigi, dan pusing
 Kontraindikasi Obat  Hipersensitif
 Sediaan Obat  Tablet
 Harga Obat  Rp4.169/strip @10 tablet

Harga Paramol mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini tersedia di apotek dalam bentuk obat generik Paracetamol. Tanyakan pada apoteker Anda untuk harga Paramol dalam sedian lainnya.

Paramol Obat Apa?

Paracetamol adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, demam, nyeri punggung, pilek, atau flu biasa. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan peradangan dan pembengkakan sendi seperti gejala osteoartritis.

Obat ini mengandung bahan utama paracetamol 500 miligram serta tergolong dalam kelas obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik. Anda dapat menggunakan obat ini tanpa resep dokter, tapi harap ikuti petunjuk penggunaan di balik kemasan.

Merek Dagang Paramol

Obat ini tersedia dalam obat generik Paracetamol. Sementara obat dengan kandungan paracetamol yang sama dipasarkan dengan merek dagang lainnya, seperti:

  • Acetaminophen
  • Biogesic
  • Cetapain
  • Eterfix
  • Farmadol
  • Glocetamol Forte
  • Hufagesic
  • Kamolas
  • Mixagrip Flu
  • Moretic
  • Naprex
  • Nofebril
  • Panadol
  • Pamol
  • Pamol Suppository
  • Paracetamol Mersifarma
  • Paramex SK
  • Praxion
  • Poro
  • Sanmol Child Chewable
  • Sanmol Infusion
  • Sanmol
  • Sumagesic
  • Tempra
  • Termorex

Obat paracetamol mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini.

Fungsi Obat Paramol

Obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk:

  • Demam
  • Pilek
  • Flu
  • Nyeri punggung
  • Sakit gigi
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Nyeri menstruasi

Obat ini mungkin digunakan untuk mengobati indikasi nyeri sedang lainnya yang belum tercantum dalam informasi kesehatan ini. Konsultasi pada apoteker Anda tentang manfaat paracetamol lainnya.

Baca Juga: Acetaminophen (Paracetamol): Manfaat, Dosis, Efek Samping

Peringatan Obat Paramol

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan paracetamol.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat analgesik atau antipiretik lainnya.
  • Baca dengan teliti petunjuk penggunaan obat sebelum menggunakannya.
  • Minum obat sesuai dengan dosis dan jadwal yang tepat.
  • Konsultasi dengan dokter apabila ingin menggunakan obat ini dalam keadaan hamil atau menyusui.
  • Obat ini dapat digunakan untuk anak di atas usia 2 tahun.

Konsultasi pada apoteker Anda tentang semua hal yang harus ketahui sebelum menggunakan obat paracetamol ini.

Interaksi Obat Paramol

Interaksi obat adalah reaksi berbeda yang timbul pada tubuh Anda saat Anda menggunakan dua obat atau lebih dalam waktu sama tanpa resep dokter. Interaksi obat tersebut umumnya memicu efek samping.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat dengan kandungan paracetamol bila dikonsumsi bersamaan obat lain:

  • Mengurangi penyerapan obat bila digunakan bersama cholestyramine.
  • Menurunkan konsentrasi serum bila digunakan bersama obat rifampisin dan beberapa Antikonvulsan.
  • Meningkatkan efek antikoagulan bila digunakan bersama warfarin dan kumarin lainnya dalam penggunaan jangka panjang.
  • Meningkatkan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.

Selain itu, beberapa obat yang dicurigai dapat menyebabkan interaksi bila dikonsumsi bersama dengan obat paracetamol, seperti:

  • Aspirin
  • Benadryl
  • Kafein
  • Suplemen kalsium 600 D
  • Codeine
  • Colace
  • Cymbalta
  • Diclofenac
  • Eliquis
  • Suplemen minyak ikan
  • Flonase
  • Hydrocodone
  • Ibuprofen
  • Lasix
  • Lyrica
  • Meloxicam
  • Metoprolol Succinate ER
  • Metoprolol Tartrate
  • Milk of Magnesia
  • MiraLAX
  • Mucinex
  • Naproxen
  • Norco
  • Oxycodone
  • Prednisone
  • ProAir HFA
  • Synthroid
  • Tramadol
  • Suplemen vitamin B12
  • Suplemen vitamin C
  • Suplemen vitamin D3
  • Xarelto
  • Zoloft
  • Zyrtec

Harap tidak menggunakan dua obat atau lebih, termasuk vitamin, suplemen, atau obat herbal secara bersamaan tanpa resep dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

Efek Samping Paramol

Berikut ini beberapa efek samping obat Paramol yang mungkin terjadi:

  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Bintik-bintik kulit
  • Mual
  • Muntah
  • Feses berdarah atau hitam
  • Urine keruh
  • Kelelahan

Walaupun demikian, efek samping Paramol jarang terjadi. Harap segera hentikan penggunaan bila mengalami efek samping atau gejala tidak kunjung membaik.

Baca Juga: 12 Obat Penting di Kotak Obat dan Obat Nyeri dan Demam: Paracetamol

Dosis Obat Paramol

Dosis Paramol untuk mengatasi gejala nyeri ringan hingga sedang secara umum, sebagai berikut:

  • Dewasa: 0.5-1 gram setiap 4-6 jam sehari. Dosis maksimal adalah 4 gram sehari.
  • Anak Usia 2-<4 Tahun: 180 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 4-<6 Tahun:  240 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 6-<8 Tahun: 240-250 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 8-<10 Tahun: 360-375 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 12-<16 Tahun: 480-750 miligram per hari dalam dosis terbagi.

Dosis untuk indikasi nyeri lainnya disesuaikan dengan usia pasien, gejala infeksi, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Paramol

Berikut ini panduan cara pakai obat Paramol:

  • Ikuti petunjuk penggunaan obat sesuai petunjuk penggunaan di balik kemasan.
  • Jangan minum dua obat di waktu yang sama tanpa saran dokter.
  • Telan tablet obat secara utuh, jangan digerus atau dikunyah.
  • Minum obat setelah makan.
  • Gunakan obat dengan air putih secukupnya.
  • Segera hentikan penggunaan obat dan konsultasi ke dokter bila Anda tidak kunjung sembuh dalam 3 hari.

Tanyakan kepada apoteker Anda jika belum memahami instruksi penggunaan obat pereda nyeri ini. Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat untuk menyembuhkan gejala dengan cepat.

Petunjuk Penyimpanan Paramol

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai:

  • Paracetamol adalah salah satu obat wajib yang harus ada di rumah.
  • Simpan obat paracetamol pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat paracetamol di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat paracetamol pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.

Itulah pembahasan lengkap tentang obat Paramol untuk apa. Obat ini dijual secara bebas dan digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga nyeri sedang. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan apoteker.

 

  1. Drugs. 2020. Acetaminophen. https://www.drugs.com/acetaminophen.html. (Diakses pada 25 Juli 2020).
  2. MIMS. 2020. Paracetamol. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic. (Diakses pada 25 Juli 2020).
  3. WebMD. 2020. Paracetamol Tablet. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details. (Diakses pada 25 Juli 2020).

Itulah tadi informasi dari agen poker mengenai Paramol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Paramol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Sunday, July 26, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 13 Sayuran yang Mengandung Vitamin C Tinggi oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Konsumsi sayuran yang mengandung vitamin C untuk menjaga kesehatan Anda. Vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun untuk melawan virus atau bakteri penyebab infeksi. Ketahui apa saja makanan sumber vitamin C dalam artikel.

sayuran-yang-mengandung-vitamin-C-doktersehat

Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan

Vitamin C adalah salah satu vitamin untuk perbaikan sel dan jaringan tubuh agar organ tubuh tetap berfungsi dengan baik. Ketahui lebih banyak lagi fungsi vitamin C, sebagai berikut:

  • Meningkatkan sistem imun tubuh.
  • Berperan sebagai antioksidan untuk tubuh.
  • Melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel dan penyakit berbahaya.
  • Memproduksi protein tertentu untuk regenerasi kulit.
  • Menjaga kesehatan tendon, ligamen, dan pembuluh darah.
  • Mencegah penuaan dini.
  • Menjaga kesehatan jaringan dan sel-sel tubuh.

Vitamin C bersifat larut dalam tubuh. Vitamin C dapat ditemukan secara alami dari makanan sehat seperti sayur dan buah.

Sayuran yang Mengandung Vitamin C

Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian dari makanan sehari-hari, seperti beberapa jenis sayuran berikut ini:

1. Bayam

Sayuran berdaun hijau seperti bayam kaya akan vitamin C. Berdasarkan laporan dari United States Department of Agriculture (USDA), 100 gram bayam mengandung sekitar 28,1 mikrogram vitamin C. Kandungan ini setara dengan 34% dari kebutuhan vitamin C harian.

Selain itu, bayam juga kaya akan vitamin A, vitamin K1, asam folat, kalsium, zat besi, magnesium, dan berbagai vitamin serta mineral penting lainnya untuk tubuh. Konsumsi bayam dipercaya dapat meningkatkan kesehatan mata, menjaga tekanan darah, mencegah kanker, dll.

2. Kembang Kol

Setiap 128 gram kembang kol mengandung sekitar 77% kebutuhan vitamin C harian. Selain itu, kembang kol juga kaya serat, vitamin K, asam folat, antioksidan, serta nutrisi lainnya. Salah satu manfaat kembang kol adalah untuk mencegah kanker dan penyakit jantung.

Baca Juga: 19 Buah yang Mengandung Vitamin C Tinggi (Tidak Kalah Dengan Jeruk)

3. Brokoli

Satu cangkir brokoli mengandung sekitar 51 miligram vitamin C, atau setara dengan 57% kebutuhan vitamin C harian. Berdasarkan penelitian, vitamin C dapat meningkatkan sistem imun yang kemudian akan melawan virus dan bakteri penyebab infeksi.

Vitamin C juga dapat menurunkan stres oksidatif yang dapat memicu kanker, penyakit jantung, dan penyakit berbahaya lainnya. Berdasarkan penelitian pada 27 perokok (pria) yang konsumsi 250 gram brokoli kukus setiap hari, mereka mengalami penurunan 48% penanda inflamasi C-reaktif protein.

4. Lobak

Lobak juga termasuk sayuran yang mengandung vitamin C. Vitamin C dalam lobak membantu produksi kolagen yang berperan untuk menjaga kesehatan kulit, mengatasi kerutan, kulit kering, dan mencegah penuaan dini. Selain itu, vitamin C pada lobak juga dapat meningkatkan kesehatan dinding pembuluh darah.

5. Kubis

Kubis atau kol juga kaya akan vitamin C. Setiap 89 gram kubis memenuhi sekitar 85% kebutuhan vitamin C harian. Selain itu, kubis juga mengandung kalsium, vitamin K, asam folat, potasium, magnesium, vitamin B6, dan nutrisi penting lainnya. Anda dapat hidup sehat dengan makan kubis dan kombinasi sayur sehat lainnya setiap hari.

6. Okra

Selain jeruk, ada banyak makanan lainnya sebagai sumber vitamin C. Salah satunya adalah okra (lady’s finger) yang mengandung 26% vitamin C dari kebutuhan harian. Okra juga mengandung vitamin K, vitamin C, vitamin B6, dan vitamin K1. Nah, Anda dapat mencoba memasukan okra untuk menu makanan sehat selanjutnya!

7. Brussels Sprouts

Brussels sprouts atau kubis sprouts adalah jenis kubis namun berukuran mini. Kubis brussels mengandung sekitar 49 mg vitamin C atau memenuhi sekitar 54% dari kebutuhan vitamin C harian. Tidak hanya itu, kubis brussels juga kaya akan asam folat, mangan, kalsium, vitamin K, dan vitamin A.

8. Collard Greens

Collard greens adalah sejenis sawi yang kaya akan berbagai vitamin, termasuk vitamin C, E, dan K. Satu cangkir collard greens matang mengandung sekitar 34,46 miligram vitamin C. Manfaat vitamin C dalam collard greens adalah untuk membangun kolagen untuk meningkatkan kesehatan kulit dan rambut.

9. Mustard Spinach

Mustard spinach adalah sejenis sawi bunga yang juga kaya akan vitamin C. Satu cangkir mustard spinach mengandung sekitar 195 miligram vitamin C. Kandungan ini setara dengan kebutuhan 217% kebutuhan vitamin C harian Anda. Mustard spinach juga mengandung asam folat, serat, kalsium, kalium, mangan, dan vitamin A.

10. Peterseli

Peterseli adalah sejenis herbal yang masuk dalam jenis sayuran. Peterseli biasanya digunakan sebagai pelengkap makanan atau untuk menambah aroma makanan. Peterseli ternyata juga mengandung vitamin C, lho. Dua sendok makan peterseli (8 gram) mengandung 10 mg vitamin C atau setara dengan 11% kebutuhan harian.

Baca Juga: Vitamin C: Fungsi, Sumber, Akibat Kekurangan dan Kelebihan

11. Timi

Timi atau thyme dalam takaran 1-2 sendok makan (3-6 gram) mengandung sekitar 3,5â€"7 mg vitamin C. Selain sebagai pelengkap dan penambah aroma makanan, thyme juga diklaim sebagai obat tradisional untuk sakit tenggorokan karena kandungan vitamin C tersebut untuk melawan infeksi.

12. Kentang

Tahukah Anda bila kentang juga kaya akan vitamin C? Dalam satu sajian (173 grams) kentang mengandung sekitar 28% vitamin C dari kebutuhan harian Anda. Kentang juga termasuk jenis makanan sehat yang membuat Anda kenyang lebih lama. Jadi, konsumsi kentang dapat menjadi alternatif makanan sehat Anda setiap saat.

13. Kangkung

Kale atau kangkung juga termasuk sayuran yang mengandung vitamin C. Dalam satu cangkir kale mentah mengandung sekitar 80 miligram vitamin C.

Berdasarkan penelitian, olahan kale baik ditumis, direbus, atau dikukus membantu melepaskan lebih banyak antioksidan. Walaupun demikian, penelitian lain menyatakan bahwa memasak sayuran terlalu lama dapat mengurangi kandungan vitamin tersebut.

Itulah pembahasan lengkap tentang sayuran yang mengandung vitamin C. Selain buah jeruk, Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian dengan beragam jenis sayuran tersebut. Konsumsi sayuran secara rutin dapat membantu memelihara kesehatan Anda. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Fruits and Veggies. 2020. Vitamin C In Fruits & Vegetables. https://fruitsandveggies.org/stories/best-of-vitamin-c/. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  2. Gunnars, Kris, BSc. 2019. Spinach 101: Nutrition Facts and Health Benefits. https://www.healthline.com/nutrition/foods/spinach. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  3. Hill, Caroline MHumNutr, BSc. 2018. 20 Foods That Are High in Vitamin C. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-c-foods. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  4. Kubala, Jillian, MS, RD. 2017. 9 Impressive Health Benefits of Cabbage. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-cabbage. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  5. Medline Plus. 2020. Vitamin C. https://medlineplus.gov/ency/article/002404.htm. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  6. Rizzo, Natalie, MS, RD. 2019. 7 Nutrition and Health Benefits of Okra. https://www.healthline.com/nutrition/okra-health-benefits. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  7. Raman, Ryan, MS, RD. 2018. 7 Health and Nutrition Benefits of Potatoes. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-potatoes. (Diakses pada 24 Juli 2020). (Diakses pada 24 Juli 2020).
  8. Ware, Megan, RDN, L.D. 2018. Why you should eat your collard greens. https://www.medicalnewstoday.com/articles/277957. (Diakses pada 24 Juli 2020).

Itulah tadi informasi dari situs poker online mengenai 13 Sayuran yang Mengandung Vitamin C Tinggi oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

13 Sayuran yang Mengandung Vitamin C Tinggi oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Saturday, July 25, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Salah satu kelainan fisik pada bayi yang harus diwaspadai adalah mikrosefali. Ketahui lebih lanjut mengenai masalah kesehatan yang satu ini mulai dari gejala, penyebab, hingga penanganan dan pencegahannya.

mikrosefali-doktersehat

Apa Itu Mikrosefali?

Mikrosefali adalah gangguan sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak sepenuhnya berkembang. Hal ini dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan atau dalam beberapa tahun pertama kelahiran. Mikrosefali dapat membuat otak tidak tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya.

Akan tetapi, beberapa anak yang mengidap kelainan ini memiliki perkembangan dan intelegensi yang normal, meskipun kepala mereka berukuran lebih kecil dari ukuran ideal. Faktor keturunan dan lingkungan dapat menjadi penyebab munculnya mikrosefali.

Ciri dan Gejala Mikrosefali

Ciri-ciri mikrosefali sudah jelas, yakni ukuran kepala yang lebih kecil dari ukuran normal. Anak-anak dengan kasus ringan mungkin memiliki kepala yang kecil namun tidak diiringi gejala lain, pun kepala akan tumbuh sampai ia besar. Walaupun demikian, ukuran kepala tersebut akan tetap lebih kecil dari ukuran yang dianggap normal.

Beberapa anak pengidap mikorsefali memiliki kecerdasan yang tingkat intelegensi yang bisa dikatakan normal. Akan tetapi, beberapa yang lain memiliki masalah belajar, namun kecerdasan biasanya tidak bertambah buruk dalam perkembangan kehidupannya.

Ciri dan gejala mikrosefali lainnya yang mungkin muncul di antaranya sebagai berikut:

  • Penundaan perkembangan (keterlambatan duduk, berdiri, berjalan, dan berbicara)
  • Masalah menelan makanan atau yang berkaitan dengan makan
  • Gangguan pendengaran
  • Hiperaktif (kesulitan memusatkan perhatian atau duduk diam)
  • Gangguan bicara
  • Gangguan pengelihatan
  • Kejang-kejang
  • Postur tubuh yang pendek
  • Gangguan pendengaran

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan medis selama kehamilan agar dokter bisa mendeteksi segala kemungkinan lebih awal. Dengan begitu, langkah-langkah penanganan bisa segera dilakukan.

Kelainan ini juga mungkin saja baru terdeteksi saat bayi dilahirkan. Segera periksakan anak Anda ke dokter apabila mengindentifikasi sejumlah gejala yang berkaitan dengan masalah kesehatan tersebut.

Penyebab Mikrosefali

Hingga kini penyebab mikrosefali pada bayi belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, ada dua hal yang diduga merupakan pemicu utama atas terjadinya kelainan  ini, yakni:

  • Kelainan genetik
  • Pengaruh lingkungan

Dilihat dari faktor yang (diduga) menjadi penyebabnya, Mikrosefali terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Mikrosefali Kongenital

Mikrosefali kongenital diturunkan melalui keluarga. Ini disebabkan oleh cacat pada gen yang terkait dengan perkembangan awal otak. Jenis ini sering terlihat pada anak-anak dengan down syndrome dan kelainan genetik.

2. Mikrosefali Akuisita

Sementara itu, mikrosefali akuisita berarti otak anak mengalami kontak dengan sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otaknya ketika di dalam rahim. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini adalah sebagai berikut:

  • Infeksi virus, termasuk rubella (campak Jerman), cacar, dan mungkin Zika
  • Infeksi parasit, seperti toksoplasmosis atau sitomegalovirus
  • Bahan kimia toksik seperti timbal
  • Tidak mendapatkan asupana makanan atau nutrisi yang cukup
  • Alkohol
  • Obat-obatan
  • Abnormalitas kromosom
  • Menurunnya kadar oksigen ke otak janin

Mikrosefali akuisita juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain, seperti:

  • Perdarahan atau penyumbatan pembuluh darah otak pada bayi baru lahir
  • Cedera pada otak setelah lahir
  • Cacat medulla spinaslis atau otak

Diagnosis Mikrosefali

Diagnosis kelainan ini dapat dilakukan sebelum atau setelah bayi lahir. Selama kehamilan, pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat menunjukkan bahwa bayi memiliki ukuran kepala lebih kecil dari yang diperkirakan. Guna melihat ini dengan jelas, pemeriksaan yang terbaik adalah pada akhir trimester 2 atau ketika awal trimester 3 kehamilan.

Setelah bayi lahir, dokter atau perawat akan mengukur lingkar kepala dengan cara mengelilingi pita ukur di kepala anak. Ukuran tersebut kemudian dimasukkan pada grafik pertumbuhan, untuk mengetahui pertumbuhan lingkar kepala dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia dan jenis kelamin yang sama.

Jika pengukuran kepala anak jatuh di titik tertentu di bawah rata-rata, maka lingkar kepala tersebut dianggap tidak normal. Pada kondisi ini, dokter mungkin akan memvonis anak mengidap mikrosefali. Pengukuran lingkar kepala masih akan dilakukan secara berkala sampai usia anak mencapai 2 atau 3 tahun.

Pengobatan Mikrosefali

Tidak ada obat untuk mikrosefali, tetapi ada perawatan untuk membantu masalah perkembangan, masalah perilaku, dan gejala kejang yang kerap muncul. Anak dengan kondisi ini (dalam status ringan) perlu melakukan check up ke dokter untuk memantau bagaimana ia tumbuh dan berkembang.

Sementara anak-anak dengan kondisi yang lebih parah membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk mengontrol gejala. Kejang adalah salah satu gejala yang dapat mengancam jiwa. Dokter akan mendiskusikan perawatan untuk menjaga anak agar aman dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Anak penderita kelainan ini mungkin memerlukan:

  • Obat-obatan untuk mengontrol kejang dan hiperaktif serta untuk meningkatkan fungsi saraf dan otot
  • Terapi wicara
  • Terapi fisik

Komplikasi Mikrosefali

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah perkembangan tubuh yang terhambat sehingga ukuran tubuh lebih pendek dari anak lain yang berusia sama. Selain itu, anak juga bisa saja mengalami keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh. Komplikasi medis lainnya yang berpotensi terjadi adalah cerebral palsy dan epilepsi.

Pencegahan Mikrosefali

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan ibu hamil agar janin tidak terkena mikrosefali adalah:

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan minum vitamin prenatal.
  • Jangan minum alkohol atau memakai narkoba.
  • Hindari paparan bahan kimia berbahaya.
  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan (cuci tangan, dsb.).
  • Hindari kontak dengan kotoran kucing karena dapat menyebarkan parasit yang menyebabkan toksoplasmosis.
  • Gunakan obat nyamuk ketika tinggal di daerah berhutan atau di negara di mana nyamuk berterbangan dengan bebas. Nyamuk Aedes yang membawa virus Zika mungkin menjadi penyebab kelainan ini.
  • Jika Anda memiliki anak dengan mikrosefali dan ingin hamil lagi, konsultasikan dengan dokter. Konseling genetik dapat membantu Anda memahami risiko keluarga untuk penyakit ini

 

  1. Anonim. Microcephaly. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/microcephaly/symptoms-causes/syc-20375051 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  2. Anonim. Microcephaly on Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=microcephaly-90-P02610 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  3. Anonim. What is Microcephaly? https://www.hopkinsmedicine.org/zika-virus/microcephaly.html (Diakses pada 16 Juli 2020)
  4. CDC. What is Microcephaly? https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/microcephaly.html (Diakses pada 16 Juli 2020)
  5. Smith, L. 2019. What to know about microcephaly. https://www.medicalnewstoday.com/articles/305880 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  6. WHO. Microcephaly. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/microcephaly (Diakses pada 16 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari poker mengenai Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Sunday, July 19, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kadiflam: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kadiflam adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri akibat peradangan, mulai dari intensitas ringan hingga sedang. Ketahui obat Kadiflam untuk apa, manfaat, dosis, efek samping, dll.

obat-kadiflam-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Kadiflam

Berikut ini adalah informasi umum obat Kadiflam :

 Nama Obat  Kadiflam
 Kandungan Obat  Natrium diklofenak (diclofenac sodium)
 Kelas Obat  Dekongestan oftalmik, anestesi, antiinflamasi atau obat antiinflamasi non steroid (OAINS)
 Kategori Obat  Obat resep
 Manfaat Obat  Mengatasi infeksi bakteri
 Kontraindikasi Obat  Hipersensitif terhadap diklofenak atau OAINS lainnya
 Sediaan Obat  Tablet
 Harga Obat  Rp1.006/tablet

Harga obat Kadiflam mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini tersedia di apotek dalam bentuk obat generik Natrium Diklofenak (Diclofenac Sodium) atau merek dagang lain.

Obat Kadiflam untuk Apa?

Kadiflam adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri dan pembengkakan dari gejala ringan hingga sedang. Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi nyeri otot, nyeri punggung, kram menstruasi, cedera, dan sakit gigi.

Obat ini mengandung natrium diklofenak (diclofenac sodium) yang termasuk dalam kelas obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter

Obat natrium diklofenak bekerja dengan cara mengurangi zat penyebab rasa nyeri dan peradangan dalam tubuh. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan gejala kaku sendi, peradangan, osteoarthritis, atau rheumatoid arthritis.

Merek Dagang Kadiflam

Obat ini tersedia dalam obat generik Natrium Diklofenak (diclofenac sodium). Sementara obat dengan kandungan yang sama dipasarkan dengan merek dagang lainnya, seperti:

  • Cataflam
  • Fenavel
  • Hotin DCL
  • Neo Rheumacyl Anti Inflammation
  • Nilaren
  • Noncort
  • Voltaren
  • Zorvolex
  • Aclonac
  • Kaflam
  • Cataflam D 50
  • Kamaflam
  • Cataflam Fast
  • Matsunaflam
  • Catanac
  • Meflamin
  • Merflam
  • Diflam
  • Nichoflam
  • Eflagen
  • Potaflam
  • Exaflam
  • Raost
  • Flamic
  • Reflamid
  • Flamigra
  • Scanaflam
  • Flamsy
  • Scanaflam 50
  • Inflam
  • Troflam
  • Kadiflam
  • X Flam
  • Kaditic

Obat natrium diklofenak mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini.

Manfaat Kadiflam

Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk:

  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Osteoartritis
  • Spondilitis ankilosa
  • Dismenore, nyeri menstruasi
  • Migrain
  • Gejala nyeri
  • Spondilitis ankilosis
  • Rheumatoid arthritis
  • Nyeri otot
  • Nyeri pinggang
  • Nyeri sendi
  • Peradangan
  • Nyeri pasca operasi
  • Nyeri akibat cedera atau terkilir
  • Infeksi THT (telinga, hidung, dan tenggorokan)

Obat ini mungkin digunakan untuk mengobati indikasi inflamasi lainnya yang belum tercantum dalam informasi kesehatan ini. Konsultasi pada apoteker Anda tentang manfaat Kadiflam lainnya.

Peringatan Obat Kadiflam

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat antinyeri atau antiinflamasi ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan natrium diklofenak.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat antinyeri atau antiinflamasi lainnya.
  • Jangan menggunakan obat resep ini sembarangan. Baca dengan teliti resep dokter atau petunjuk penggunaan obat antinyeri ini.
  • Minum obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari resep dokter.
  • Menggunakan obat ini selama kehamilan dapat membahayakan janin dalam kandungan.
  • Konsultasikan pada dokter apakah obat ini aman digunakan pada ibu menyusui atau wanita sedang merencanakan kehamilan dalam waktu dekat.
  • Obat ini dapat digunakan untuk orang di atas usia 18 tahun.

Demi keamanan minum obat, beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat medis berikut ini:

  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Maag
  • Pendarahan di perut Anda
  • Asma
  • Penyakit liver
  • Penyakit ginjal
  • Perokok

Konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat dengan kandungan natrium diklofenak ini karena termasuk obat keras.

Baca Juga: Nyeri Punggung: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Interaksi Obat Kadiflam

Interaksi obat adalah respon obat terhadap tubuh yang terjadi bila Anda menggunakan dua obat atau lebih secara bersamaan tanpa resep dokter. Reaksi dari interaksi obat umumnya menyebabkan efek samping.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat dengan kandungan natrium diklofenak bila dikonsumsi bersamaan obat lain:

  • Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan bila digunakan bersama dengan obat kortikosteroid lain.
  • Meningkatkan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal bila digunakan bersama dengan obat inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, dan tacrolimus.
  • Meningkatkan kadar dan risiko toksisitas bila digunakan bersama dengan digoksin, litium, metotreksat, pemetrexed, dan fenitoin.
  • Efek obat menurun bila digunakan bersama dengan colestipol dan cholestyramine.
  • Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan dengan NSAID lain, antiplatelet, dan antikoagulan.

Selain itu, beberapa obat yang dicurigai dapat menyebabkan interaksi bila dikonsumsi bersama dengan obat natrium diklofenak, seperti:

  • Advil
  • Aleve
  • Ambien
  • Aspirin
  • Aspirin
  • Benadryl
  • Cymbalta
  • Suplemen asam lemak omega-3 tak jenuh ganda
  • Flexeril
  • Gabapentin
  • Hydrochlorothiazide
  • Hydrocodone
  • Lisinopril
  • Lyrica
  • Misoprostol
  • Motrin
  • Naproxen
  • Nexium
  • Norco
  • Oxycodone
  • Paracetamol
  • Percocet
  • Prednisone
  • ProAir HFA
  • Singulair
  • Synthroid
  • Topamax
  • Tramadol
  • Trazodone
  • Tylenol
  • Cyanocobalamin
  • Xanax
  • Xarelto
  • Zyrtec

Harap tidak menggunakan dua obat atau lebih, termasuk vitamin, suplemen, atau obat herbal secara bersamaan tanpa resep dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

Efek Samping Kadiflam

Berikut ini beberapa efek samping obat Kadiflam yang mungkin terjadi:

  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Kulit pucat
  • Pembengkakan
  • Sakit perut
  • Perut kembung
  • Feses hitam
  • Urine keruh
  • Sembelit
  • Diare
  • Pusing
  • Gangguan pencernaan
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas
  • Pendarahan
  • Muntah darah
  • Berat badan menurun

Daftar efek samping tersebut tidak mencantumkan semua efek samping kandungan natrium diklofenak lainnya yang mungkin terjadi. Setiap pasien mungkin mengalami reaksi berbeda. Segera hubungi dokter bila mengalami efek samping serius dan tida kunjung sembuh.

Dosis Obat Kadiflam

Dosis Kadiflam untuk mengatasi gejala nyeri secara umum, sebagai berikut:

  • Nyeri Haid, Osteoarthritis, Rheumatoid Arthritis, dan Peradangan Umum: 50 mg digunakan 3 kali sehari.
  • Migrain: 50 mg pada serangan migrain pertama, dosis lanjutan 50 mg bila masih sakit. Dosis maksimal adalah 200 mg per hari.

Dosis untuk indikasi nyeri atau peradangan lainnya disesuaikan dengan gejala infeksi, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Kadiflam

Berikut ini panduan cara pakai obat Kadiflam:

  • Ikuti petunjuk penggunaan obat sesuai resep atau petunjuk penggunaan di balik kemasan.
  • Telat tablet obat secara utuh, jangan digerus atau dikunyah.
  • Minum obat dalam keadaan perut kosong, setidaknya dua jam sebelum makan.
  • Gunakan obat dengan air putih secukupnya.

Tanyakan kepada dokter jika Anda belum memahami instruksi penggunaan obat antinyeri ini. Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat untuk menyembuhkan gejala dengan cepat.

Petunjuk Penyimpanan Kadiflam

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai:

  • Simpan obat natrium diklofenak pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat natrium diklofenak di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat natrium diklofenak pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.

Itulah pembahasan lengkap tentang obat Kadiflam untuk apa. Obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga nyeri sedang. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.

 

  1. Drugs. 2020. Diclofenac. https://www.drugs.com/diclofenac.html.
  2. MIMS. 2020. Diclofenac. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diclofenac?mtype=generic.
  3. WebMD. 2020. Diclofenac Potassium. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5988-6186/diclofenac-potassium-oral/diclofenac-oral/details.

Itulah tadi informasi mengenai Kadiflam: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Kadiflam: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Saturday, July 18, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Penyakit Graves: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Penyakit Graves adalah suatu kondisi yang jika tidak segera diobati dapat menyebabkan komplikasi serius atau bahkan mengancam nyawa! Selengkapnya ketahui gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan, dan lainnya di bawah ini.

penyakit-graves-doktersehat

Apa Itu Penyakit Graves?

Penyakit Graves adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan produksi hormon tiroid berlebihan atau juga disebut hipertiroidisme. Graves merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan hipertiroidisme.

Hormon tiroid dapat memengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk fungsi sistem saraf, perkembangan otak, suhu tubuh, dan bagian penting lainnya, sehingga tanda dan gejala Graves bisa bervariasi.

Penyakit ini sering tidak disadari karena gejala awalnya yang kurang tampak. Biasanya penyakit ini baru diketahui setelah mendapatkan diagnosis dari dokter dengan pemeriksaan beberapa kali.

Ciri dan Gejala Penyakit Graves

Meskipun gejalanya sulit dikenali dan terkadang mirip dengan gejala hipertiroidisme, secara umum berikut gejala penyakit Graves:

  • Kecemasan dan mudah marah.
  • Gemetar (tremor) di tangan atau jari.
  • Sensitif pada panas, berkeringat banyak, atau kulit hangat dan lembap.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Pembesaran kelenjar tiroid (gondok).
  • Perubahan siklus menstruasi.
  • Disfungsi ereksi atau penurunan libido.
  • Sering buang air besar (BAB).
  • Mata menonjol atau melotot (Oftalmopati Graves).
  • Kelelahan.
  • Penebalan pada kulit dan memerah biasanya di tulang kering atau di bagian atas kaki (dermopati Graves).
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur (palpitasi).
  • Gangguan tidur atau insomnia.

Graves Ophthalmopathy

Sekitar 30% penderita penyakit Graves memiliki beberapa tanda dan gejala Graves ophthalmopathy. Ini disebabkan oleh peradangan dan gangguan sistem kekebalan yang memengaruhi otot dan jaringan lain di sekitar mata.

Tanda dan gejala Graves ophthalmopathy termasuk:

  • Mata menonjol atau melotot (exophthalmos)
  • Mata kering
  • Kelopak mata bengkak
  • Mata memerah atau meradang
  • Tekanan atau rasa sakit di mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan ganda (diplopia)
  • Kehilangan penglihatan

Graves Dermopati

Bentuk yang tidak biasa dari Graves adalah Graves dermopati yang ditandai dengan kulit memerah dan menebal. Kondisi ini paling sering terjadi pada tulang kering atau bagian atas kaki.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter jika mengalami demam, gelisah, mengigau, dan mengalami denyut nadi yang cepat, atau gejala lainnya yang telah disebutkan di atas. Seseorang bisa mengalami krisis tirotoksikosis atau krisis tiroid, di mana efek dari terlalu banyak hormon tiroid secara tiba-tiba dapat mengancam jiwa.

Penyebab Penyakit Graves

Dalam penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh mulai melawan jaringan dan sel sehat dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh biasanya menghasilkan protein yang disebut antibodi untuk melawan zat asing seperti virus dan bakteri. Antibodi diproduksi secara khusus untuk menyerang zat asing tersebut.

Sistem kekebalan tubuh dalam Graves, secara keliru menghasilkan antibodi yang disebut thyroid stimulating immunoglobulin (TSI) â€" hormon hipofisis yang biasanya merangsang kelenjar tiroid â€" yang menyerang sel-sel tiroid sehat. Kondisi ini belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya.

Faktor Risiko Penyakit Graves

Terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit graves, di antaranya:

  • Usia. Orang berusia di bawah usia 40 tahun lebih berisiko mengalami Graves.
  • Jenis kelamin. Meskipun penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering terjadi pada wanita.
  • Riwayat keluarga. Kemungkinan gen yang dapat membuat seseorang lebih berisiko tinggi terhadap penyakit ini.
  • Gangguan autoimun lainnya. Penderita gangguan lain pada sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis, memiliki risiko lebih tinggi.
  • Stres emosional atau fisik. Peristiwa atau penyakit yang mengakibatkan stres dapat menyebabkan Graves pada orang dengan gen yang berisiko.
  • Kehamilan. Kehamilan atau setelah persalinan dapat meningkatkan risiko penyakit ini, khususnya pada wanita yang memiliki gen berisiko.
  • Merokok. Mengisap asap rokok dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, yang meningkatkan risiko Graves. Perokok yang memiliki penyakit Graves juga berisiko lebih tinggi terkena oftalmopati Graves.

Baca Juga: Penyakit Tiroid: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Diagnosis Penyakit Graves

Sebagai langkah awal untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa tanda dan gejala penyakit Grave. Dokter juga dapat menanyakan riwayat medis dan keluarga pasien.

Selain itu, dokter juga dapat menyarankan beberapa tes tambahan berikut:

  • Tes darah. Tes ini dapat membantu dokter menentukan kadar TSH dan kadar hormon tiroid. Penderita Graves biasanya memiliki kadar TSH yang lebih rendah dan kadar hormon tiroid yang lebih tinggi. Dokter dapat melakukan tes laboratorium lain untuk mengukur kadar antibodi yang diketahui menyebabkan Graves.
  • Tes penyerapan yodium radioaktif. Tubuh memerlukan yodium untuk membuat hormon tiroid. Ketika memberi sedikit yodium radioaktif dan kemudian mengukur jumlahnya di kelenjar tiroid dengan kamera pemindaian khusus, dokter menentukan kadar di mana kelenjar tiroid mengambil yodium. Jumlah yodium radioaktif yang diambil kelenjar tiroid membantu menentukan apakah Graves atau kondisi lain yang menyebabkan hipertiroidisme.
  • Tes pencitraan. Ultrasonografi (USG) dapat dilakukan untuk menghasilkan gambar organ dalam, termasuk pembesaran kelenjar tiroid. Tes ini paling efektif pada orang yang tidak bisa menjalani pengambilan yodium radioaktif, seperti wanita hamil. Jika diagnosis penyakit ini masih belum diketahui secara jelas, dokter dapat menyarankan CT scan atau MRI.

Cara Mengobati Penyakit Graves

Apakah penyakit Graves bisa sembuh? Penyakit ini bisa disembuhkan dengan beberapa pengobatan yang efektif dan dapat mengembalikan fungsi tiroid menjadi normal. Perawatan penyakit Graves bertujuan untuk menghentikan produksi hormon tiroid dan untuk menghentikan dampak hormon pada tubuh.

Berikut ini beberapa cara mengobati penyakit Graves:

1. Obat Antitiroid

Obat-obatan antitiroid seperti propylthiouracil atau methimazole dapat diresepkan oleh dokter. Beta-blocker juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi efek dari gejala graves sampai perawatan lainnya mulai bekerja.

2. Terapi Radioiodine

Terapi yodium radioaktif adalah salah satu perawatan penyakit Graves yang paling umum. Perawatan ini mengharuskan pasien menggunakan dosis yodium radioaktif-131. Terapi ini biasanya mengharuskan pasien mengonsumsi obat dalam bentuk pil. Dokter mungkin akan menyarankan tentang langkah pencegahan apa pun yang harus dilakukan dengan terapi ini.

3. Operasi Tiroid

Operasi jarang digunakan meskipun suatu pilihan. Namun, dokter dapat menyarankan operasi jika perawatan sebelumnya tidak efektif, jika diduga kanker tiroid, atau wanita hamil yang tidak dapat menggunakan obat antitiroid.

Jika memerlukan operasi, dokter dapat mengangkat seluruh kelenjar tiroid untuk menghilangkan risiko hipertiroidisme kembali. Pasien akan memerlukan terapi penggantian hormon tiroid secara berkelanjutan jika memilih untuk operasi.

Terkait pertanyaan apakah penyakit graves bisa sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dan risiko dari berbagai pilihan perawatan penyakit Graves.

Komplikasi Penyakit Graves

Jika dibiarkan dan tidak segera diobati dengan tepat, bahaya penyakit graves dapat menyebabkan komplikasi berikut:

1. Krisis Tiroid 

Meskipun jarang terjadi, komplikasi krisis tiroid atau juga dikenal sebagai hipertiroidisme yang dipercepat atau krisis Tirotoksikosis dapat mengancam jiwa. Kondisi ini lebih mungkin terjadi ketika hipertiroidisme berat tidak diobati atau diobati dengan tidak tepat.

Peningkatan hormon tiroid secara tiba-tiba dan drastis dapat menghasilkan beberapa dampak pada kesehatan, termasuk demam, muntah, diare, berkeringat, mengigau, kelemahan parah, kejang, detak jantung tidak teratur, kulit dan mata kuning (jaundice), tekanan darah rendah parah (hipotensi), dan koma. Maka dari itu, krisis tiroid harus segera mendapatkan perawatan darurat.

2. Gangguan Jantung

Jika tidak segera diobati, bahaya penyakit Graves dapat menyebabkan gangguan irama jantung, perubahan struktur dan fungsi otot-otot jantung, dan ketidakmampuan jantung memompa darah yang cukup ke tubuh (gagal jantung).

3. Gangguan Kehamilan

Komplikasi penyakit Grave yang mungkin terjadi selama kehamilan, termasuk keguguran, kelahiran prematur, disfungsi tiroid janin, pertumbuhan janin yang buruk, gagal jantung ibu, dan preeklampsia. Preeklampsia adalah kondisi ibu hamil yang menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gejala serius lainnya.

4. Osteoporosis

Bahaya penyakit Graves yang tidak segera diobati dengan tepat dapat menyebabkan tulang keropos atau rapuh (osteoporosis). Kekuatan tulang tergantung pada jumlah kalsium dan mineral lain yang terkandung di dalamnya. Kelebihan hormon tiroid dapat mengganggu kemampuan tubuh menyuplai kalsium ke dalam tulang.

Cara Mencegah Penyakit Graves

Pencegahan penyakit Graves adalah dengan menghindari faktor risikonya seperti infeksi, asupan yodium jangan berlebihan atau kekurangan, hindari stres, cedera pada kelenjar gondok, dan obat steroid.

 

  1. Anonim. 2020. Graves’ Disease. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15244-graves-disease. (Diakses pada 14 Juli 2020)
  2. Dock, Elly dan Matthew S. 2018. Graves’ Disease. https://www.healthline.com/health/graves-disease#causes. (Diakses pada 14 Juli 2020)
  3. Lam, Peter. 2019. All about Graves’ disease. https://www.medicalnewstoday.com/articles/170005#causes. (Diakses pada 14 Juli 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2020. Graves’ disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/graves-disease/symptoms-causes/syc-20356240. (Diakses pada 14 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari daftar poker mengenai Penyakit Graves: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Penyakit Graves: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Wednesday, July 15, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Amiloidosis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Amiloidosis adalah masalah kesehatan serius yang dapat menyebabkan kegagalan organ dan bahkan mengancam jiwa! Simak informasi selengkapnya tentang gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya di bawah ini!

amiloidosis-doktersehat

Apa Itu Amiloidosis?

Amiloidosis adalah suatu kondisi di mana sebuah protein yang disebut amiloid menumpuk di jaringan dan organ tubuh. Ketika hal itu terjadi, zat amiloid bisa memengaruhi kinerja tubuh. Dampak terburuknya, penyakit ini bisa menyebabkan kegagalan organ jantung, limpa, hati, saluran pencernaan, ginjal, dan sistem saraf.

Ciri dan Gejala Amiloidosis

Gejala sering kali sangat ringan dan bahkan tidak tampak sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Gejalanya juga dapat sangat bervariasi tergantung di mana protein amiloid terkumpul dalam tubuh.

Penting untuk dicatat bahwa gejala yang dijelaskan di bawah mungkin karena berbagai masalah kesehatan yang berbeda. Hanya dokter yang dapat membuat diagnosis dengan tepat.

Berikut ini adalah tanda dan gejala umum dari amiloidosis:

  • Perubahan warna kulit
  • Selalu merasa kenyang
  • Nyeri sendi
  • Kekurangan darah (anemia)
  • Pembengkakan lidah
  • Kesemutan dan mati rasa di tungkai dan kaki
  • Genggaman tangan yang lemah

Tertimbunnya amiloid dalam jantung bisa membuat dinding otot jantung kaku. Amiloid juga bisa membuat otot jantung lemah dan memengaruhi irama listrik jantung.

Kondisi ini dapat menyebabkan kurangnya darah yang mengalir ke jantung. Akhirnya, jantung tidak mampu memompa. Jika penumpukan protein memengaruhi jantung, dampak yang akan terlihat, di antaranya:

  • Sesak napas meski aktivitas ringan.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Tanda-tanda gagal jantung, termasuk pembengkakan pada kaki disertai rasa mual.

Sementara itu, penumpukan amiloid di saluran gastrointestinal (GI) bisa memperlambat kontraksi otot usus (peristaltik) untuk mendorong makanan di usus. Jika penyakit ini memengaruhi saluran pencernaan, seseorang akan merasakan:

  • Tidak nafsu makan
  • Diare
  • Mual
  • Sakit perut
  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas

Sedangkan, amiloid juga dapat tertimbun di saraf tepi atau saraf perifer (saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang). Saraf perifer bertugas membawa informasi dari tulang belakang ke sistem saraf pusat. Jika amiloid memengaruhi saraf, maka seseorang akan mengalami kondisi berikut:

  • Masalah keseimbangan tubuh
  • Ketidakmampuan mengendalikan buang air besar dan kencing
  • Selalu berkeringat
  • Kesemutan dan kelemahan
  • Ketidakmampuan tubuh untuk mengontrol tekanan darah

Kapan Harus ke Dokter?

Amiloidosis adalah penyakit langka yang jarang disadari gejalanya. Segera ke dokter jika Anda, anak, atau orang terdekat secara terus-menerus mengalami salah satu tanda atau gejala yang berhubungan dengan penyakit ini.

Jenis dan Penyebab Amiloidosis

Banyak protein di dalam tubuh yang dapat menyebabkan pembentukan penumpukan amiloid, tetapi hanya sedikit yang dikaitkan dengan masalah kesehatan yang signifikan. Jenis protein yang terkumpul akan menentukan jenisnya pada seseorang. Amiloid dapat terkumpul di seluruh tubuh atau hanya di satu area saja.

Berikut ini adalah beberapa jenis dan penyebab amiloidosis:

  • Amiloidosis primer (sistemik AL). Jenis yang paling umum ini terjadi tanpa diketahui penyebabnya, tetapi telah terlihat pada penderita kanker darah yang disebut multiple myeloma. Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah ginjal, jantung, hati, usus, dan saraf tertentu.
  • Amiloidosis sekunder (sistemik AA). Ini adalah hasil dari penyakit radang kronis lain, seperti lupus, rheumatoid arthritis, tuberkulosis (TBC), penyakit radang usus, dan kanker. Paling sering memengaruhi limpa, ginjal, hati, kelenjar adrenal, dan kelenjar getah bening.
  • Amiloidosis terkait dialisis (DRA). Jenis ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dan orang-orang yang telah dialisis selama lebih dari 5 tahun. Ini disebabkan oleh endapan dari beta-2 mikroglobulin yang terdapat dalam darah. Penumpukan protein dapat terjadi di banyak jaringan yang berbeda, tapi paling sering memengaruhi tulang, sendi, dan tendon.
  • Amiloidosis keturunan (familial amyloidosis). Ini adalah bentuk langka yang diturunkan dari keluarga. Hal ini disebabkan oleh protein amyloid transthyretin (TTR) tidak normal, yang dihasilkan dalam hati.
  • Amiloidosis sistemik senilis (SSA). Hal ini disebabkan dari TTR normal dalam jantung dan jaringan lain. Kondisi ini paling sering terjadi pada pria yang lanjut usia.
  • Amiloidosis spesifik organ. Jenis ini menyebabkan endapan dari protein amiloid pada satu organ, termasuk kulit (amiloidosis kulit).

Faktor Risiko Amiloidosis

Terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena amiloidosis, di antaranya:

  • Usia. Meskipun dapat muncul lebih awal, kebanyakan orang yang mengalami penumpukan protein dalam tubuh biasanya berusia antara 60 dan 70 tahun.
  • Pria. Penyakit ini lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.
  • Riwayat keluarga. Beberapa jenis penyakit ini bersifat herediter atau keturunan.
  • Penyakit. Memiliki penyakit menular atau peradangan kronis meningkatkan risiko amiloidosis AA.
  • Dialisis ginjal. Dialisis tidak selalu dapat menghilangkan penumpukan protein dari darah. Jika menjalani dialisis, protein abnormal menumpuk dalam darah dan tersimpan dalam jaringan. Kondisi ini kurang umum dengan dialisis yang lebih modern.
  • Ras. Orang keturunan Afrika berisiko lebih tinggi membawa mutasi genetik terkait dengan jenis amiloidosis yang dapat membahayakan jantung.

Diagnosis Amiloidosis

Pemeriksaan fisik secara menyeluruh, rinci, dan akurat dari riwayat kesehatan seseorang sangat penting dalam membantu dokter untuk mendiagnosis penyakit. Teknik laboratorium canggih yang disebut elektroforesis atau tes rantai ringan bebas dapat mengungkapkan bukti awal dari beberapa protein amiloid.

Sementara itu, prosedur biopsi diperlukan untuk memastikan diagnosis dan membantu menentukan secara spesifik protein yang terlibat dalam penyakit ini. Sampel jaringan untuk biopsi dapat diambil dari lemak perut, mulut, dubur, atau organ lainnya. Namun, biopsi adalah sebuah tindakan yang tidak selalu dibutuhkan.

Cara Mengobati Amiloidosis

Amiloidosis adalah penyakit yang belum ada obatnya. Namun, biasanya dokter akan meresepkan pengobatan untuk memperlambat pembentukan protein amiloid dan mengelola gejala yang muncul.

Pengobatan tergantung jenis yang diderita dan berapa banyak organ yang terkena dampak. Berikut ini adalah beberapa langkah yang umumnya dilakukan untuk mengobati penumpukan protein dalam tubuh:

1. Perawatan Umum

Obat-obatan ini digunakan untuk mengendalikan gejala amiloidosis:

  • Obat penghilang rasa sakit.
  • Obat untuk mengatasi diare, mual, dan muntah.
  • Obat diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan di tubuh.
  • Obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah.
  • Obat-obatan untuk mengendalikan detak jantung.

2. Amiloidosis AL

Jenis ini dapat diobati dengan kemoterapi. Obat-obatan biasanya digunakan untuk mengobati kanker, tetapi pada amiloidosis dapat menghancurkan sel-sel darah abnormal yang menghasilkan protein amiloid.

Setelah menjalani kemoterapi, pasien mungkin menjalani transplantasi sel induk atau sumsum tulang untuk mengganti sel-sel sumsum tulang yang rusak.

Obat lain yang mungkin digunakan untuk mengobati amiloidosis AL termasuk:

  • Inhibitor proteasome. Obat penghambat zat yang disebut proteasom untuk memecah protein.
  • Imunomodulator. Obat-obatan ini dapat mengurangi respons sistem kekebalan yang terlalu aktif.

3. Amiloidosis AA

Pengobatan berdasarkan penyebabnya, misalnya infeksi bakteri diobati dengan antibiotik atau kondisi peradangan diobati dengan obat-obatan untuk meredakan peradangan.

4. Amiloidosis Terkait Dialisis

Jenis yang juga disebut amiloidosis ginjal ini dapat diobati dengan mengubah jenis dialisis yang didapatkan. Pilihan pengobatan lainnya adalah menjalani transplantasi ginjal.

5. Amiloidosis Herediter

Abnormal yang menyebabkan jenis ini dihasilkan dalam hati, sehingga pasien mungkin memerlukan transplantasi hati.

Komplikasi Amiloidosis

Penyakit ini berpotensi menyebabkan komplikasi bergantung pada organ yang terkena endapan amiloid. Berikut ini beberapa komplikasi dari penyakit ini:

  • Kerusakan jantung. Penumpukan protein mengganggu sistem kelistrikan jantung dan membuat jantung sulit berdetak secara efektif. Amiloid di jantung menyebabkan kekakuan dan melemahnya pemompaan jantung menyebabkan sesak napas dan tekanan darah rendah. Akhirnya dapat menyebabkan gagal jantung.
  • Kerusakan ginjal. Amiloidosis ginjal akibat kerusakan pada saringan dalam ginjal dapat mempersulit organ dalam ini untuk menghilangkan limbah dari darah. Akibatnya ginjal bekerja terlalu keras dan bisa mengalami gagal ginjal.
  • Kerusakan saraf. Ketika amiloid menumpuk di saraf dan merusaknya, pasien mungkin merasakan sensasi mati rasa atau kesemutan di jari tangan dan kaki. Kondisi ini dapat memengaruhi saraf lain, seperti yang mengontrol fungsi usus atau tekanan darah.

Cara Mencegah Amiloidosis

Saat ini tidak ada cara yang dapat mencegah penyakit ini. Namun, bentuk sekunder amiloidosis dapat dicegah dengan mengobati penyakit yang mendasarinya dan terkait dengan peradangan. Pilihan lainnya mungkin melakukan konseling genetik yang dapat bermanfaat dalam jenis amiloidosis keturunan.

 

  1. Anonim. 2017. Amyloidosis. https://www.nhs.uk/conditions/amyloidosis/. (Diakses pada 13 Juli 2020).
  2. Mayo Clinic Staff. 2020. Amyloidosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/amyloidosis/symptoms-causes/syc-20353178. (Diakses pada 13 Juli 2020).
  3. Shiel, William C. Amyloidosis. https://www.medicinenet.com/amyloidosis/article.htm. (Diakses pada 13 Juli 2020).
  4. Watson, Stephanie. 2020. What Is Amyloidosis and How Is It Treated?. https://www.healthline.com/health/amyloidosis#outlook. (Diakses pada 13 Juli 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Amiloidosis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Amiloidosis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Monday, July 13, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Minyak Mustard, Bisa Turunkan Berat Badan Hingga Cegah Kanker oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Selain minyak zaitun, minyak mustard adalah jenis minyak esensial yang kaya akan manfaat. Ketahui lebih lanjut mengenai minyak mustard mulai dari kandungan nutrisi, manfaat, hingga cara menggunakannya berikut ini!

minyak-mustard-doktersehat

Minyak Mustard dan Kandungan Nutrisinya

Apa itu minyak mustard? Sesuai dengan namanya, minyak mustard adalah minyak hasil ekstraksi biji tanaman mustard atau sesawi. Minyak ini sudah sejak dahulu kala digunakan sebagaiâ€"tak hanya untuk memasakâ€"tetapi juga obat alternatif guna mengobati sejumlah penyakit.

Sama seperti minyak zaitun, minyak mustard diklaim lebih sehat ketimbang minyak kelapa sawit. Hal ini dikarenakan pada minyak tersebut terdapat kandungan zat-zat ‘baik’. Zat-zat yang dimaksud antara lain:

  • Asam lemak omega-3
  • Asam lemak omega-6
  • Asam erucic
  • Vitamin B
  • Vitamin E

Mayoritas kandungan zat pada minyak ini adalah asam lemak tak jenuh. Maka tak heran, menggunakan minyak mustard di dalam kehidupan sehari-hari akan membawa dampak positif bagi Anda.

Manfaat Minyak Mustard bagi Kesehatan

Lantas, apa saja manfaat minyak mustard bagi kesehatan? Berikut adalah informasinya!

1. Meredakan Nyeri

Manfaat mustard oil yang pertama adalah untuk meredakan nyeri pada tubuh. Hal ini dimungkinkan karena pada minyak tersebut terdapat kandungan zat bernama isothiocyanate. Menurut penelitian, zat ini memiliki fungsi sebagai reseptor nyeri. Sayangnya, efek ini baru berhasil diuji pada hewan tikus sehingga studi lebih lanjut dengan objek manusia perlu dilakukan guna memperkuat klaim.

Selain itu, minyak ini mengandung asam lemak omega-3 berupa alpha-linolenic acid (ALA). Berdasarkan sejumlah studi, asam lemak tersebut efektif untuk meredakan nyeri yang diakibatkan oleh radang sendi atau rheumatoid arthritis.

2. Mengatasi Infeksi Bakteri

Manfaat selanjutnya dari minyak mustard adalah untuk mengatasi infeksi, utamanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Menurut penelitian, minyak esensial ini diperkaya oleh agen-agen antimikroba yang mana berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri ‘jahat’ di dalam tubuh.

Beberapa jenis bakteri yang diklaim dapat diatas dengan minyak ini antara lain:

  • Escherichia coli
  • Staphylococcus aureus
  • Bacillus cereus

Sayangnya, lagi-lagi penelitian yang membuktikan efektivitas mustard oil yang satu ini masih terbatas sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat klaim tersebut.

3. Merawat Kesehatan Rambut dan Kulit

Minyak mustard juga dapat digunakan sebagai krim wajah dan krim rambut alami. Menggunakan minyak ini juga dipercaya efektif menghasilkan kulit dan rambut yang sehat.

Setidaknya begitulah yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah Asia Selatan seperti Bangladesh. Sudah turun-temurun masyarakat di negara tersebut memberikan minyak ini pada bayi yang baru lahir.

Kendati demikian, tidak semua orang bisa menggunakan mustard oil pada kulit dan rambut mereka. Hal ini utamanya berlaku pada orang-orang yang memiliki kulit sensitif. Menggunakan minyak pada kulit dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi alergi atau iritasi.

Oleh sebab itu, pastikan kulit Anda bebas dari reaksi alergi dan iritasi sebelum menggunakan minyak ini. Hentikan pemakaian minyak apabila setelah pemakaian muncul gejala-gejala yang mengindikasikan alergi dan iritasi.

4. Meminimalisir Risiko Penyakit Kanker

Sama seperti minyak zaitun, mustard oil juga ternyata sedikit banyak dapat membantu meminimalisir terjadinya penyakit kanker. Studi membuktikan bahwasanya minyak ini lebih efektif dalam meminimalisir risiko penyakit kanker usus besar ketimbang minyak ikan atau minyak jagung.

Pada penelitian lainnya, minyak dengan kandungan zat bernama allyl isothiocyanate-nya mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker pada kandung kemih.

5. Meminimalisir Risiko Penyakit Jantung

Selain kanker, penyakit mematikan lainnya yang kemungkinan bisa dicegah dengan minyak ini adalah penyakit jantung. Manfaat minyak mustard dalam meminimalisir risiko penyakit jantung maupun penyakit kardiovaskular lainnya yakni stroke tak lepas dari kandungan zat di dalamnya yakni asam lemak omega-3 dan omega-6.

Berdasarkan sejumlah penelitian, asam lemak tak jenuh efektif untuk menurunkan kadar trigliserida darah dan lemak LDL alias kolesterol ‘jahat’. Sebagaimana diketahui, keduanya merupakan salah satu faktor pencetus utama dari penyakit jantung dan stroke.

6. Membantu Menurunkan Berat Badan

Bagi Anda yang saat ini sedang menjalani program penurunan berat badan, menggunakan minyak mustard sebagai pengganti minyak kelapa sawit sangat dianjurkan. Pasalnya, minyak ini diklaim dapat membantu menurunkan berat badan.

Kandungan vitamin B pada minyak ini menurut sejumlah penelitian bekerja dengan cara meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan demikian, proses pembakaran lemak di dalam tubuh pun berjalan optimal dan berat badan otomatis akan turun.

Selain vitamin B, kandungan zat lain pada mustard oil yang dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan adalah diacylglycerol.

7. Membantu Mengobati Flu

Beberapa kalangan juga memercayai jika minyak mustard dapat membantu meredakan gejala flu seperti bersin, batuk, dan hidung tersumbat.

Anda bisa mencampurkan minyak ini dengan air hangat kemudian hiruplah air hangat tersebut guna mengatasi hidung tersumbat dan bersin-bersin. Sementara itu, Anda bisa mengoleskan minyak ini ke dada guna mengatasi batuk.

8. Mengatasi Peradangan

Manfaat minyak lainnya yang tak kalah penting adalah bisa mengatasi peradangan, khususnya peradangan yang disebabkan oleh penyakit seperti pneumonia dan bronkitis. Hal ini dimungkinkan karena pada minyak terkandung asam lemak omega-3.

Menurut sejumlah studi, asam lemak omega-3 terbukti mampu mereduksi peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh.

9. Mengoptimalkan Fungsi Organ Tubuh

Mengoptimalkan fungsi organ tubuh juga menjadi manfaat minyak mustard yang perlu Anda ketahui. Minyak ini dipercaya dapat mengoptimalkan fungsi organ tubuh karena mampu memperlancar peredaran darah.

Sebagaimana yang kita ketahui, darah berfungsi membawa oksigen dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan oleh organ tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Sayangnya, manfaat yang satu ini lagi-lagi masih membutuhkan studi lebih lanjut.

10. Menjaga Kesehatan Gigi

Siapa yang tidak ingin memiliki gigi sehat dan bebas dari sejumlah masalah kesehatan seperti gingivitis dan periodontitis? Nah, salah satu cara alami yang bisa Anda lakukan agar gigi senantiasa sehat adalah dengan memanfaatkan mustard oil.

Ya, kandungan minyak ini disebut-sebut dapat menjaga gigi tetap sehat dan terhindar dari masalah kesehatan seperti yang telah disebutkan tadi.

Cara Pakai Minyak Mustard

Bagaimana cara memakai minyak mustard? Cara pakai minyak ini bisa bermacam-macam, tergantung untuk apa Anda menggunakanya.

Jika Anda hendak memanfaatkan mustard oil untuk menjaga kesehatan organ jantung, mencegah penyakit kanker, atau membantu menurunkan berat badan, maka Anda bisa menggunakan minyak sebagai bahan memasak menggantikan minyak kelapa sawit.

Sementara itu, Anda bisa mengoleskan minyak ini ke kulit dan rambut apabila ingin mengambil manfaatnya dala menutrisi kedua anggota tubuh tersebut. Penggunaan minyak untuk mengatasi gejala fluâ€"seperti yang sudah dijelaskan di atasâ€"bisa dengan mencampurkan minyak ke air hangat kemudian dihirup, atau mengoleskan minyak ke dada.

 

  1. Brusie, C. 2017. Mustard Oil: Health Benefits and Uses. https://www.healthline.com/health/mustard-oil-benefits#risks-and-warnings (diakses pada 8 Juli 2020)
  2. Kogashi, L. 2020. Promising Benefits Of Mustard Oil For Skin, Hair, And Health. https://www.stylecraze.com/articles/benefits-of-mustard-oil-for-skin-hair-and-health/ (diakses pada 8 Juli 2020)
  3. Link, R. 2020. 8 Benefits of Mustard Oil, Plus How to Use It. https://www.healthline.com/nutrition/mustard-oil-benefits (diakses pada 8 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Minyak Mustard, Bisa Turunkan Berat Badan Hingga Cegah Kanker oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Minyak Mustard, Bisa Turunkan Berat Badan Hingga Cegah Kanker oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Wednesday, July 8, 2020