Browsing "Older Posts"

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 15 Manfaat Buah Pala, Kandungan, Efek Samping (No. 7 Menggairahkan!) oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Manfaat buah pala sudah sejak zaman dahulu dikenal karena memiliki sifat aromatik, meningkatkan gairah seksual, dan penyembuhan. Selengkapnya ketahui kandungan nutrisi dan berbagai manfaat lainnya di bawah ini!

manfaat-buah pala-doktersehat

Kandungan Buah Pala

Buah pala dalam bentuk bubuk memiliki banyak kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat, baik untuk pengobatan dan masakan.

Berikut kandungan buah pala dalam 100 gram:

  • Energi: 525 kkal
  • Karbohidrat: 49,29 gram
  • Protein: 5.84 gram
  • Lemak total: 36,31 gram
  • Serat makanan: 20,8 gram
  • Folat: 76 mikrogram
  • Niasin: 1.299 miligram
  • Pyridoxine: 0,160 miligram
  • Riboflavin: 0,057 miligram
  • Thiamin: 0,346 miligram
  • Vitamin A: 102 IU (international unit)
  • Vitamin C: 3 miligram
  • Sodium: 16 miligram
  • Kalium: 350 miligram
  • Kalsium: 184 miligram
  • Tembaga: 1,027 miligram
  • Zat besi: 3,04 miligram
  • Magnesium: 183 miligram
  • Mangan: 2,900 miligram
  • Fosfor: 213 miligram
  • Seng: 2,15 miligram
  • Beta-karoten: 16 mokrogram
  • Beta-kriptosantin: 90 mikrogram

Manfaat Buah Pala untuk Kesehatan Tubuh

Buah pala adalah rempah asli dari Pulau Maluku yang sering digunakan untuk bumbu masakan karena memiliki rasa pedas dan hangat. Selain menyedapkan rasa makanan, buah pala juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh karena kaya akan kandungan nutrisi.

Berikut ini berbagai manfaat buah pala untuk kesehatan:

1. Mengatasi Peradangan

Buah pala yang diekstrak dan diambil minyaknya memiliki cukup banyak manfaat karena mengandung komponen antiinflamasi atau peradangan. Seperti yang kita ketahui, peradangan yang cukup kronis dalam tubuh bisa menyebabkan masalah seperti diabetes hingga gangguan pada jantung.

Buah pala mengandung komponen antiinflamasi bernama monoterpenes. Komponen inilah yang mampu mencegah peradangan pada organ dalam tubuh. Meski begitu, khasiat buah pala masih memerlukan penelitian lebih lanjut, tetapi tidak adalah salahnya mencoba asal dalam penggunaan wajar.

2. Memiliki Antioksidan yang Kuat

Berkat komponen antioksidan yang sangat kuat, manfaat buah pala bisa mencegah masuknya radikal bebas penyebab berbagai penyakit. Komponen radikal bebas ini akan melindungi sel-sel terluar dari tubuh yang mudah sekali mengalami infeksi.

Komponen antioksidan kuat dalam biji pala adalah jenis phenolic termasuk di dalamnya protocatechuic, ferulic, dan kafein.

Khasiat dari antioksidannya dapat diperoleh jika menggunakan pala dalam bentuk serbuk yang dicampur dengan makanan. Efek lain yang lebih kuat bisa didapatkan kalau menggunakan minyak esensial dari ekstrak biji pala yang sudah kering.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Berdasarkan penelitian pada hewan, ekstrak buah pala diketahui mampu menjaga kesehatan jantung. Fungsi ini didapatkan karena buah pala mampu mencegah peningkatan kadar kolesterol. Selain itu, peningkatan trigliserida juga bisa dihindari sehingga kondisi jantung tetap sehat.

Sedangkan penelitian yang dilakukan pada manusia memang belum ada sampai sekarang. Meski demikian, beberapa orang tetap menggunakannya entah sebagai campuran obat herbal atau untuk campuran masakan saja. Terlepas dari fungsinya untuk tubuh, khasiat buah pala tetap bisa diandalkan untuk memberikan rasa nikmat pada makanan.

4. Antibakteri

Komponen antibakteri juga bisa didapatkan di dalam biji pala yang diekstrak atau dikonsumsi secara langsung setelah haluskan. Komponen antibakteri yang dimiliki buah pala mampu membunuh beberapa jenis bakteri yang berbahaya, bahkan bakteri yang bisa menyebabkan kematian.

Khasiatnya baru dilakukan penelitian di laboratorium dengan menggabungkan ekstrak buah pala dengan bakteri spesifik. Penelitian pada manusia masih belum dilakukan hingga sekarang. Meski begitu, manfaat buah pala dalam bentuk ekstrak sudah banyak digunakan untuk mengatasi dan mencegah infeksi bakteri yang terjadi di mulut.

5. Meningkatkan Suasana Hati (Mood) 

Penelitian tentang efek dari ekstrak buah pala untuk suasana hati atau mood dari manusia memang belum banyak dilakukan. Namun, dari penelitian yang dilakukan pada beberapa jenis tikus didapatkan data kalau khasiat buah pala bisa digunakan sebagai antidepresan. Tikus yang dibuat stres diberi ekstrak mengalami perubahan mood yang lebih stabil.

Meski penelitian sebatas pada hewan, tidak ada salahnya untuk menggunakan biji pala untuk memperbaiki mood. Misal digunakan sebagai campuran teh herbal untuk membuat pikiran jadi lebih tenang apalagi wanita yang sedang mengalami menstruasi. Biasanya mood mereka akan mengalami gangguan yang cukup besar.

6. Mengontrol Gula Dalam Darah

Satu penelitian pada mencit menghasilkan bahwa penggunaan ekstrak biji pala bermanfaat menurunkan kadar gula darah. Bahkan, fungsi dari pankreas yang bekerja untuk menghasilkan pankreas sehingga gula darah bisa digunakan oleh tubuh.

Meski sampai saat ini belum ada penelitian pada manusia yang dipublikasikan, namun kemungkinan besar manfaat buah pala memberikan efek yang sama yaitu mengatasi masalah gula darah yang berlebihan.

Kalau hal ini terbukti dengan jelas, bukan tidak mungkin jika buah pala bisa digunakan untuk menjadi obat herbal untuk mengatasi dan mencegah diabetes tipe 2.

7. Meningkatkan Gairah Seksual

Salah satu khasiat buah pala yang cukup hebat meski belum banyak yang mengetahuinya adalah kemampuannya dalam mengatasi masalah seksual. Berdasarkan penelitian pada hewan didapatkan fakta bahwa ekstrak biji pala bisa meningkatkan libido dan aktivitas seksual dibandingkan yang tidak diberi ekstrak biji pala.

Bahkan, beberapa pengobatan tradisional di Asia Selatan banyak menggunakan buah pala untuk mengatasi disfungsi seksual. Biji pala ini memiliki kemampuan untuk menstimulasi sistem saraf yang dimiliki oleh tubuh sehingga gangguan kemampuan seksual bisa diatasi.

Penggunaan buah pala tidak akan memberikan khasiat langsung dan harus dibantu dengan olahraga dan perubahan pola makan yang sehat.

8. Membantu Melindungi Hati

Buah pala kaya akan myrislignan, yang dapat membantu mengobati gangguan hati dan cedera. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak buah pala dapat membantu mengobati peradangan hepatitis.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, buah ini memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengobati peradangan hati. Tak hanya itu saja, manfaat buah pala juga dapat membantu menghilangkan racun dalam tubuh, terutama di hati.

9. Mengontrol Tekanan Darah dan Sirkulasi Darah

Buah pala memang sangat berkhasiat selain karan nutrisinya juga karena kaya akan mineral seperti kalsium, kalium, mangan, dan zat besi, yang semuanya membantu mengontrol tekanan darah dan meningkatkan sirkulasi darah.

Beberapa mineral ini memiliki khasiat untuk mengurangi stres, dan selanjutnya bisa mengendurkan pembuluh darah dan membantu mengendalikan tekanan darah.

10. Mengatasi Maag

Buah pala diketahui memiliki khasiat obat yang mampu mengobati sakit maag atau tukak lambung, merupakan gejala penyakit yang menyerang lambung akibat terjadi luka atau peradangan di lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.

Tidak sedikit orang menambahkan rempah-rempah ini ke dalam makanan karena bisa membantu mengatasi masalah pencernaan dengan mudah. Terkadang, bubuk pala ditambahkan ke dalam makanan penutup dengan alasan yang sama.

Baca Juga: 15 Manfaat Cengkeh bagi Kesehatan (No. 9 Khusus untuk Pria)

11. Mengatasi Diare

Selain mengatasi maag, khasiat buah pala juga bisa membantu mengatasi masalah pencernaan lainnya, yaitu membantu untuk mengobati diare.

Buah pala memiliki bahan kimia dengan sifat karminatif, yang membantu mengeluarkan udara dari dalam pencernaan. Cara terbaik untuk mengonsumsi buah pala untuk mengobati diare adalah menambahkan bubuk pala ke dalam air dingin.

12. Mengobati Insomnia

Buah pala juga memiliki khasiat untuk mengobati insomnia alias susah tidur. Menambahkan pala dalam segelas susu hangat telah terbukti menyebabkan kantuk pada kebanyakan orang. Tidak sedikit orang tua memberikan susu hangat kepada anak-anaknya dengan sedikit bubuk pala ke dalamnya.

Cara tersebut adalah tradisi sejak dulu yang telah diturunkan dari generasi ke generasi karena pada kenyataannya sangat efektif. Pala memiliki kemampuan merangsang untuk tidur adalah cara organik dan sehat untuk mengobati insomnia.

13. Menghilangkan Bau Mulut hingga Gigi Berlubang

Bau mulut adalah aroma yang tidak sedap akibat racun dan bakteri yang tumbuh berlebihan dalam tubuh. Nah, buah pala diketahui memiliki sifat antibakteri dan antimikroba, yang dapat membantu membersihkan mulut.

Salah satu minyak esensial yang ditemukan dalam pala adalah eugenol yang juga mampu membantu meredakan sakit gigi. Selain itu ada macelignan, bahan kimia dalam pala untuk membantu mencegah gigi berlubang.

14. Membantu Menghilangkan Rasa Sakit

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, buah pala memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Buah ini memiliki bahan kimia seperti myristicin, elemicin, safrole, dan eugenol yang membuatnya berkhasiat untuk mengobati rasa sakit.

Bahan kimia ini dapat ditemukan dalam minyak pala, yang memiliki beberapa manfaat, termasuk mengobati pembengkakan, peradangan, nyeri sendi, kejang otot, nyeri, dan luka.

15. Bagus untuk Kecantikan Kulit

Khasiat buah pala selain untuk mengatasi masalah kesehatan, juga bisa untuk kecantikan kulit. Ada banyak khasiatnya untuk wajah dan kulit.

Buah pala mengandung banyak sifat antimikroba dan antiinflamasi yang bisa membantu menjaga kulit tetap sehat, kenyal, mencegah penyumbatan pori-pori, dan komedo. Pala juga berfungsi sebagai lulur wajah yang bagus.

Cara terbaik untuk menggunakan buah pala pada kulit adalah dengan mencampur bubuk pala dengan madu, kemudian gosokkan secara lembut pada kulit.

Efek Samping Buah Pala

Meskipun sangat bermanfaat untuk kesehatan, terlalu banyak mengonsumsi rempah-rempah ini dapat memiliki efek buruk pada tubuh.

Berikut ini beberapa efek samping buah pala jika dikonsumsi berlebihan:

  • Reaksi gastrointestinal. Meski buah pala baik untuk pencernaan dan mengobati diare, namun jika mengonsumsinya secara berlebihan dapat memicu reaksi pencernaan seperti diare, kembung, dan bahkan sembelit.
  • Efek halusinasi. Myristicin, bahan kimia dalam pala memiliki efek menenangkan pada sel-sel saraf otak, tetapi jika terlalu banyak mengonsumsinya telah terbukti memiliki efek halusinasi.
  • Palpitasi. Mengonsumsi buah pala dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan peningkatan detak jantung.
  • Mempengaruhi kehamilan. Terlalu banyak mengonsumsi pala juga dapat memiliki efek buruk pada ibu hamil dan janin. Efek samping ini, termasuk halusinogen yang mungkin berbahaya bagi janin, menghambat produksi prostaglandin (yang penting dalam proses persalinan dan menyebabkan keguguran).

_

Itu dia sejumlah khasiat buah pala untuk kesehatan tubuh, kandungan nutrisi, dan efek sampingnya bagi tubuh.

Jika tertarik mengonsumsinya untuk pengobatan atau untuk menjaga kesehatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang kondisi kesehatan, riwayat medis, alergi (gatal, pembengkakan, dan sesak napas), dan dosis buah pala.

Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan dan menambah pengetahuan tentang manfaat rempah-rempah ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Nutmeg nutrition facts. https://www.nutrition-and-you.com/nutmeg.html. (Diakses pada 29 Juni 2020)
  2. Borah, Plavaneeta. 2016. 7 Incredible Nutmeg Benefits: From Inducing Sleep to Relieving Pain. https://food.ndtv.com/food-drinks/7-incredible-nutmeg-benefits-from-inducing-sleep-to-relieving-pain-1464121. (Diakses pada 29 Juni 2020)
  3. Kubala, Jillian. 2019. 8 Science-Backed Benefits of Nutmeg. https://www.healthline.com/nutrition/nutmeg-benefits#section7. (Diakses pada 29 Juni 2020)
  4. Mrunal. 2019. Benefits of Nutmeg â€" Know How This Spice Can Make Your Family’s Life Better. https://parenting.firstcry.com/articles/benefits-of-nutmeg-know-how-this-spice-can-make-your-familys-life-better/. (Diakses pada 29 Juni 2020)

Itulah tadi informasi mengenai 15 Manfaat Buah Pala, Kandungan, Efek Samping (No. 7 Menggairahkan!) oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

15 Manfaat Buah Pala, Kandungan, Efek Samping (No. 7 Menggairahkan!) oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Monday, June 29, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Risiko COVID-19 pada Bayi Baru Lahir, Apakah Bisa Tertular? oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Coronavirus disease atau COVID-19 menular melalui droplet (percikan ludah) yang mengandung virus atau melalui kontak dengan permukaan yang terkena droplet. Virus ini dapat masuk melalui mukosa saluran seperti hidung, mulut, dan mata. Lalu, bagaimana jika droplet tersebut mengenai bayi? Apakah bayi dapat tertular COVID-19?

risiko-covid-19-pada-bayi-baru-lahir-doktersehat

Risiko COVID-19 pada Bayi Baru Lahir

Dilansir dari CDC (Center for Disease Control and Prevention), penyebaran COVID-19 pada bayi baru lahir dapat saja terjadi melalui droplet yang ditularkan dari orang sekitar, seperti ibu/ayah, pengasuh, tenaga kesehatan, atau pengunjung yang mengidap COVID-19.

Di sisi lain, masih belum ada bukti kuat yang mendukung penularan dari ibu ke bayi selama dalam masa kehamilan atau pada saat proses melahirkan.

Hal ini selaras dengan pernyataan dari WHO bahwa sampai saat ini belum ada bukti atau laporan tentang transmisi vertikal COVID-19 dari ibu ke janin. CDC juga menegaskan bahwa virus SARS-CoV-2 tidak ditemukan pada cairan ketuban.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga mempublikasikan hasil penelitian kecil yang mereka lakukan. Seluruh responden dalam penelitian yang merupakan ibu hamil terinfeksi COVID-19 dilaporkan melahirkan bayi sehat tanpa terinfeksi COVID-19.

Kesimpulan sementara yang dapat ditarik adalah belum ada risiko penularan virus corona dari ibu hamil ke janin selama masa kandungan.

Apakah Bayi Baru Lahir Bisa Tertular dari Ibu yang Positif COVID-19?

Seperti yang dikemukakan di atas, kemungkinan bayi untuk terinfeksi SARS-CoV-2 adalah melalui droplet yang dapat ditularkan setelah bayi lahir. Jadi, apabila ibu terkonfirmasi positif COVID-19 berdekatan dengan bayi, tentu droplet dari ibu bisa saja menjadi media penularan ke bayi.

Lalu, bagaimana dengan ibu yang menyusui bayinya dengan ASI?

WHO menerangkan bahwa tidak ditemukan virus SARS-CoV-2 pada ASI ibu yang terkonfirmasi COVID-19.

Walaupun sampai sejauh ini virus corona pada dasarnya tidak terdeteksi dalam ASI, penularan bisa tetap terjadi melalui kontak fisik ibu berstatus positif COVID-19. Sehingga, ibu yang terkonfirmasi COVID-19 disarankan untuk memberikan ASI kepada bayi dalam bentuk ASI perah menggunakan botol susu yang steril.

Gejala COVID-19 pada Bayi

Berdasarkan data yang dihimpun CDC, bayi 0-12 bulan merupakan rentang usia yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita gejala berat COVID-19 dibandingkan anak dengan usia lebih tua. Namun, informasi terkait gejala klinis dan derajat keparahan COVID-19 pada bayi masih sangat terbatas dan baru dilaporkan pada sedikit laporan kasus.

Gejala COVID-19 pada bayi kurang lebih mirip dengan orang dewasa, seperti:

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek
  • Diare
  • Lemas
  • Napas cepat
  • Sesak
  • Nafsu makan menurun

Pada beberapa kasus yang dilaporkan oleh CDC, sejauh mana infeksi SARS-CoV-2 berkontribusi terhadap tanda-tanda infeksi dan komplikasi masih belum jelas karena gejala â€" gejala tersebut juga dapat ditemukan pada penyakit lain di bayi, seperti transient tachypnea of newborn, sindrom distress pernapasan pada bayi, dll.

Berdasarkan laporan kasus tersebut, mayoritas bayi cukup bulan (usia kehamilan 37 minggu) hanya memiliki gejala ringan dan sembuh tanpa komplikasi atau bahkan tidak bergejala sama sekali.  Dilaporkan pula terdapat bayi dengan positif COVID-19 menderita gejala parah hingga membutuhkan ventilator.

Tata Laksana Bayi Tetap Sehat dari Ibu Positif/PDP/ODP COVID-19

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Maret 2020 merilis Panduan Klinis Tata laksana COVID-19. Panduan ini berisi prinsip-prinsip yang perlu dilakukan dalam merawat bayi baru lahir dari ibu berstatus positif COVID-19, PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan ODP (Orang Dalam Pengawasan).

Tata Laksana Bayi Sehat yang Lahir dari Ibu Positif COVID-19

  • Bayi sehat yang lahir dari ibu terkonfirmasi COVID-19 masuk dalam kriteria kontak erat risiko tinggi
  • Bayi dilakukan swab pada hari ke-1 dan ke-14 untuk pemeriksaan SARS-CoV-2
  • Bayi dirawat terpisah dari ibu, sampai ibu dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawat (sesuai dengan kriteria yang berlaku)
  • ASI tetap diberikan kepada bayi dalam bentuk ASI perah
  • Pompa ASI hanya digunakan oleh ibu tersebut dan dilakukan pembersihan pompa setelah digunakan
  • Kebersihhan peralatan untuk memberikan ASI perah harus diperhatikan
  • Dukungan kesehatan mental dan psikososial diberikan untuk ibu dan keluarga
  • Bayi dimonitor ketat dan perlu difollow up hingga pulang
  • Jika bayi menunjukkan gejala, bayi dirawat sebagai PDP di ruang isolasi tekanan
  • Jika tidak memungkinkan, bayi dirawat di ruang isolasi (satu ruang sendiri)

Tata Laksana Bayi Sehat yang Lahir dari Ibu PDP

  • Bayi sehat yang lahir dari ibu PDP masuk dalam kriteria kontak erat risiko rendah dan tidak perlu dilakukan swab pada bayi
  • Bayi dirawat terpisah dari ibu, sampai diketahui hasil pemeriksaan SARS-CoV-2 ibu negatif
  • ASI tetap diberikan kepada bayi dalam bentuk ASI perah
  • Pompa ASI hanya digunakan oleh ibu tersebut dan dilakukan pembersihan pompa setelah digunakan
  • Kebersihan peralatan untuk memberikan ASI perah harus diperhatikan
  • Bayi dimonitor ketat dan perlu difollow up hingga pulang
  • Dukungan kesehatan mental dan psikososial diberikan untuk ibu dan keluarga 

Tata Laksana Bayi Sehat yang Lahir dari Ibu ODP

  • Tidak perlu dilakukan swab pada bayi
  • Bayi sehat dirawat gabung dan bisa menyusu langsung dari ibu, dengan melaksanakan prosedur perlindungan saluran napas dengan baik, antara lain menggunakan masker bedah, menjaga kebersihan tangan sebelum dan setelah kontak dengan bayi, dan rutin membersihkan area permukaan dimana ibu telah melakukan kontak
  • Dalam keadaan tidak bisa menjamin prosedur perlindungan saluran napas dan pencegahan transmisi melalui kontak, maka bayi diberikan ASI perah. 

Pencegahan COVID-19 pada Bayi

Berikut ini hal yang perlu dilakukan untuk bisa mencegah penularan COVID-19 pada bayi:

  • Usahakan tetap memberikan ASI kepada bayi. ASI mendung nutrisi dan antibodi yang berperan penting dalam memperkuat kekebalan tubuh si kecil
  • Cuci tangan menggunakan air dan sabun mengalir sebelum dan sesudah kontak dengan bayi, seperti menggendong, menyusui, mengganti pakaian/popok
  • Jauhkan bayi dari orang yang sedang sakit
  • Gunakan masker apabila Anda sebagai orang tua atau pengasuh sedang mengalami gejala batuk/pilek, dan kurangi paparan kontak dengan bayi
  • Terapkan etika batuk/bersin dengan baik, tutup dengan lengan atas bagian dalam atau gunakan tisu dan segera buang tisu tersebut

 

Informasi kesehatan ini disponsori:
logo-cimsa-ugm-doktersehat

 

  • American College of Obstetricians and Gynecologists, 2020. Practice Advisory Novel Coronavirus 2019. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/practice-advisory/articles/2020/03/novel-coronavirus-2019
  • Center for Disease Control and Prevention, 2020. Evaluation and Management Considerations for Neonates at Risk of COVID-19.  https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/caring-for-newborns.html
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2020. Panduan Klinis Tatalaksana COVID-19 pada Anak Edisi 2.
  • World Health Organization. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) situation report-59. 2020. https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200315-sitrep-59-covid-19.pdf?sfvrsn=33daa5cb_6

Itulah tadi informasi mengenai Risiko COVID-19 pada Bayi Baru Lahir, Apakah Bisa Tertular? oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Risiko COVID-19 pada Bayi Baru Lahir, Apakah Bisa Tertular? oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 →

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Hamil 37 Minggu: Perkembangan Janin, Gejala, Tips Kehamilan oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Semakin mendekati hari persalinan, kini Anda sudah hamil 37 minggu. Pada usia kehamilan 37 minggu ini, apa saja perkembangan yang dialami oleh janin? Berikut adalah informasi mengenai perkembangan janin 37 minggu dan tips kehamilan yang perlu Anda ketahui.

hamil-37-minggu-doktersehat

Perkembangan Janin saat Hamil 37 Minggu

Seperti di minggu-minggu sebelumnya, aspek perkembangan janin 37 minggu pertama yang bisa diperhatikan adalah ukuran panjang dan berat tubuhnya. Saat hamil 37 minggu, panjang janin kurang lebih 48 cm. Sementara itu, berat janin 37 minggu sekitar 2,9 kg.

Pada kehamilan 37 minggu, sebenarnya sudah tidak banyak perkembangan yang terjadi karena mayoritas organ vital dan anggota tubuh janin sudah terbentuk dengan sempurna. Perkembangan yang terjadi mungkin hanya bersifat minor seperti pada organ otak dan juga paru-paru.

Pertumbuhan rambut kepala masih akan terjadi saat janin berusia 37 minggu. Selain itu, janin sudah dapat menggunakan tangannya untuk memegang sesuatu. Menendang perut ibu dan menghisap ibu jari juga menjadi aktivitas yang kerap dilakukan si kecil di dalam perut Anda.

Perubahan Tubuh saat Hamil 37 Minggu

Apa saja perubahan dan gejala yang terjadi pada tubuh Anda saat hamil 37 minggu? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Serviks Membuka

Pada kehamilan minggu ke-37, serviks akan mulai membuka guna memberikan jalan bagi bayi saat dilahirkan nanti. Idealnya, bukaan serviks atau mulut rahim ini memiliki diameter 10 cm. Guna mengetahui apakah serviks Anda telah membuka secara normal, dokter akan melakukan pemeriksaan.

Selain membuka, umumnya serviks saat hamil 37 minggu akan berubah teksturnya menjadi lebih lembut dan menipis. Semua perubahan yang dialami serviks ini tak lain untuk memudahkan bayi saat keluar dari dalam perut nanti.

2. Semakin Sering Merasakan Gerakan Janin

Anda juga akan semakin sering merasakan pergerakan janin. Ya, di usia hamil 37 minggu ini janin masih terbilang aktif. Ruang gerak yang semakin terbatas membuat janin kerap merasa tidak nyaman sehingga hal ini ia tunjukkan dengan menggerakkan tubuhnya.

Merasakan gerakan janin merupakan suatu kewajaran dan ini justru menjadi pertanda bahwa bayi Anda dalam kondisi sehat. Bahkan, biasanya dokter akan meminta Anda untuk menghitung seberapa sering si kecil menendang perut karena hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatannya.

3. Heartburn

Nyeri ulu hati (heartburn) masih menjadi gejala yang mungkin Anda alami saat hamil 37 minggu. Nyeri ulu hati bukanlah suatu kondisi yang harus dikhawatirkan karena biasanya hanya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.

Akan tetapi, gejala ini tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan. Oleh sebab itu, Anda bisa melakukan langkah pencegahanâ€"atau setidaknya meminimalisirâ€"nyeri ulu hati ini dengan menerapkan tips-tips berikut:

  • Tidak mengonsumsi makanan pemicu nyeri ulu hati (makanan pedas, bersantan, berminyak)
  • Tidak langsung makan dalam porsi banyak
  • Tidak langsung berbaring sehabis makan (sebaiknya tunggu 1-2 jam setelah makan jika ingin berbaring)

4. Perdarahan Minor pada Vagina

Gejala hamil 37 minggu lainnya adalah perdarahan minor pada vagina. Anda mungkin akan mendapati bercak darah keluar dari vagina.

Kondisi ini bukannya tanpa sebab. Darah yang keluar ternyata dipicu oleh pembuluh darah pada serviks yang pecah akibat serviks membuka untuk mempersiapkan jalan bagi bayi ketika lahir. Sekali lagi, tidak perlu khawatir karena ini bukan merupakan suatu kondisi yang serius.

5. Stretch Marks

Payudara dan perut yang kian membesar lantas berdampak pada munculnya stretch marks. Kemunculan stretch marks pada kulit ini mungkin akan membuat Anda jadi tidak nyaman, namun kabar baiknya, stretch marks tersebut akan memudar dengan sendirinya beberapa bulan pasca melahirkan.

6. Puting Susu Membesar

Puting susu membesar menjadi gejala hamil 37 minggu selanjutnya yang perlu Anda ketahui. Pembesaran puting susu ini merupakan mekanisme alami tubuh guna mempersiapkan periode menyusui.

7. Varikosa Pembuluh Darah

Varikosa pembuluh darah di kaki juga masih akan Anda alami di minggu ke-37 dari kehamilan. Guna mengatasi kondisi ini, Anda disarankan untuk tidur dengan posisi menghadap sisi kiri tubuh. Selain itu, tempatkan bantal di bawah kaki Anda saat tidur. Kedua cara ini diklaim dapat membantu mengembalikan kelancaran peredaran darah.

8. Insomnia

Insomnia atau sulit tidur pada ibu hamil kerap dianggap sebagai mekanisme alami tubuh guna mempersiapkan diri karena saat buah hati lahir, kemungkinan ibu akan sering terjaga di malam hari untuk menyusui bayi. Kendati demikian, kondisi ini juga harus tetap dikendalikan karena biar bagaimanapun, Anda tetap harus butuh istirahat agar tubuh senantiasa bugar.

Agar tetap bisa tidur dengan nyenyak di malam hari, Anda bisa mencoba melakukan yoga sebelum tidur guna memberikan rasa tenang pada diri. Atau, Anda bisa menanyakan kepada dokter apa saja kiranya yang bisa dilakukan agar terhindari dari insomnia saat hamil 37 minggu.

Selain itu, masih ada lagi sejumlah gejala lain yang kemungkinan akan dialami ibu hamil 37 minggu, seperti:

  • Pembengkakan di area tangan dan kaki
  • Mual
  • Kram kaki
  • Nyeri panggul
  • Kontraksi Braxton Hicks

Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan pada minggu ke-37 adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Kehamilan Umum

Pemeriksaan janin minggu ini dilakukan dengan medium ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi janin, apakah perkembangannya berjalan dengan baik atau justru ada abnormalitas yang terjadi.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk memastikan bahwa ibu hamil dalam keadaan sehat sehingga kehamilan dapat berjalan baik. Pemeriksaan fisik di antaranya meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran panggul
  • Pemeriksaan vagina
  • Pemeriksaan urine
  • Pemeriksaan rahim
  • Pemeriksaan kadar gula darah
  • Skrining bakteri streptococcus B

Tips Kehamilan

Apa saja yang sebaiknya Anda terapkan di kehamilan minggu ke-37?

1. Mempersiapkan Segala Kebutuhan Persalinan

Persiapkan lagi apa saja yang kiranya dibutuhkan saat Anda melahirkan nanti. Selain itu, Anda dan pasangan juga sudah mulai bisa menata kamar untuk sang buah hati tercinta.

Anda memang masih punya waktu sekitar 3 minggu sampai hari persalinan tiba, namun Anda juga harus tahu jika bayi yang lahir di waktu yang benar-benar presisi persentasenya kurang dari 5 persen. Jadi, bisa saja si kecil akan lahir ke dunia di minggu depan. Oleh sebab itu, sebaiknya persiapkan dari sekarang apa saja yang dibutuhkan, ya.

2. Penuhi Asupan Vitamin dan Nutrisi

Memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi harian tentunya masih diwajibkan saat hamil 37 minggu. Selain menjaga agar tubuh Anda tetap sehat, asupan nutrisi dan vitamin yang tercukupi juga untuk memastikan janin mengalami perkembangan tahap akhir yang optimal.

Tanyakan pada dokter Anda apa saja jenis vitamin dan nutrisi yang diprioritaskan di kehamilan 37 minggu ini.

3. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga asupan cairan harian Anda. Minumlah air putih 8-12 gelas sehari agar tubuh tetap terhidrasi.

Selain ketiga tips di atas, tips lainnya untuk Anda saat hamil 37 minggu adalah:

  • Melakukan senam kegel
  • Melakukan pijat kehamilan
  • Istirahat yang cukup

 

  1. Anonim. 37 Weeks Pregnant.  https://www.babycenter.com/37-weeks-pregnant (Diakses pada 25 Juni 2020)
  2. Anonim. 37 Weeks Pregnant.   https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-37.aspx (Diakses pada 25 Juni 2020)
  3. Marcin, A. 2017. 37 Weeks Pregnant: Symptoms, Tips, and More.  https://www.healthline.com/health/pregnancy/35-weeks-pregnant#tips-for-healthy-pregnancy (Diakses pada 25 Juni 2020)
  4. Marple, K. How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons. https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size (Diakses pada 25 Juni 2020)
  5. Pevzner, H. 2020. Week 37 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/37-weeks-pregnant-4159250 (Diakses pada 25 Juni 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Hamil 37 Minggu: Perkembangan Janin, Gejala, Tips Kehamilan oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Hamil 37 Minggu: Perkembangan Janin, Gejala, Tips Kehamilan oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Thursday, June 25, 2020