Recent Posts

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tinggal 1 Pasien Positif Covid-19 di Bengkulu Utara, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

ARGA MAKMUR, bengkulu ekspress.com – Dari 5 kasus baru terkonfirmasi positif covid 19 di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) pertanggal 10 Agustus lalu, pasien nomor 12 dan 13 telah dinyatakan sembuh. Hal tersebut disampaikan juru bicara Satuan Tugas (satgas) Penanganan covid 19 Kabupaten BU, Syamsul Maarief SKM MKes, Rabu (12/8).

Selain itu berdasarkan informasi terbaru juga dimana pasien 10 dan 11 juga dinyatakan sembuh berdasarkan tes swab evaluasi yang hasilnya negatif covid 19. Sehingga total pasien terkonfomasi covid 19 di Kabupaten BU berjumlah 13 orang. Sedangkan yang masih menjalani perawatan tinggal 1 orang lagi, yakni pasien nomor 14.
"Ya, untuk perkembangan terakhir kasus positif covid 19, tinggal 1 yang masih dinyatakan positif covid 19," kata Arief.

Dengan begitu, Arief berharap, masyarakat harus semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan, tetap hindari keramaian, jaga jarak, rajin cuci tangan sehabis beraktifitas serta jagan lupa untuk menggunakan masker.
"Karena new normal ditengah wabah covid 19 ini justru semakin menjadi ancaman pemyebaran covid 19," pungkasnya.(127)

Itulah tadi informasi mengenai Tinggal 1 Pasien Positif Covid-19 di Bengkulu Utara dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Tinggal 1 Pasien Positif Covid-19 di Bengkulu Utara oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Friday, August 14, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar PCR Swab Berbeda Dengan Rapid Test oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.22″ transparent_background=”off” make_fullwidth=”off” use_custom_width=”on” width_unit=”on” custom_width_px=”700px”][et_pb_row _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” max_width=”700px” make_fullwidth=”off” use_custom_width=”on” width_unit=”on” custom_width_px=”700px”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_post_title comments=”off” _builder_version=”3.0.87″ parallax_effect=”off” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”][/et_pb_post_title][et_pb_text _builder_version=”4.5.1″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” hover_enabled=”0″ z_index_tablet=”500″ use_border_color=”off”]

PCR Swab atau yang lebih di kenal dengan swab test adalah pemeriksaan test laboratorium untuk medeteksi material-material genetik dari sel, bakteri ataupun virus. Metode PCR swab salah satu yang di gunakan untuk mendeteksi genetik virus corona (covid-19) dalam tubuh.

Ada dua metode yang biasa digunakan untuk mendeteksi virus corona, PCR Swab dan Rapid test walaupun sama digunakan untuk mendeteksi virus corona kedua test tersebut memiliki perbedaan.

Perbedaan mendasar keduanya rapid test sebagai pemeriksaan tahap awal sedangkan PCR swab untuk mendiagnosis secara final.

Selain itu prosedur rapid test menggunakan sampel darah sedangkan PCR swab menggunakan dahak atau liur, Dari keakuratan hasil PCR swab test tentu jauh lebih akurat karena merupakan tes final.

PCR swab dan rapid test tidak bisa dijadikan sebagai deteksi pasti Corona. Karena, positif atau negatifnya terkena Corona adalah dari daya tahan atau imun dalam tubuh seseorang. Jika daya tahan tubuh bagus, orang tersebut akan bisa dinyatakan negatif atau sembuh.

Karena itu pentingnya menjaga imun tubuh dengan menjalani gaya hidup sehat dan menjalani protocol Kesehatan yang ada seperti :

  • Gunakan masker ketika bepergian keluar rumah

Saran dari Centers for Disease Control and Prevention, lembaga kesehatan AS, yang mengatakan bahwa kita perlu mengenakan masker kain di ruang publik. Terutama, bila kita pergi ke tempat yang cukup dipadati dengan orang. Misal, ketika Anda pergi ke toko obat, supermarket, maupun tempat lainnya. Dengan mengenakan masker, kita diharapkan dapat memperlambat dan mencegah penyebaran virus dari satu orang ke orang lainnya.

  • Bawa hand sanitizer, menjaga Jarak (physical distancing) dan menjauhi keramaian

Saat new normal ini aktivitas di tempat tempat umum takkan terelakan, karena itu membawa hand sanitizer, menjaga jarak dan menjauhi keramaian salah satu langkah penting dalam menjalani protocol Kesehatan, Sebab, kita tidak pernah benar-benar mengetahui kondisi kesehatan orang yang kita temui. Daripada mengambil risiko, lebih baik kita tetap berdiam di rumah dan menjaga diri, kecuali saat terpaksa.

  • Memanfaatkan teknologi digital

Dalam masa pandemi seperti ini, ada baiknya bila kita memanfaatkan teknologi digital yang saat ini ada, teknologi digital saat di kondisi ini sangat membantu dalam hal effektifitas dan effisiensi.

Menggunakan metode cashless dalam berbelanja sampai memonitor progress Kesehatan baik gula darah ataupun tekanan darah yang bisa di lakukan dari rumah dan di mana saja.

Aplikasi +hubsehat bisa membantu memonitor progress dan grafik gula darah, tekanan darah ataupun Riwayat Kesehatan yang telah Disimpan semua hasil tes, lab dan medical record yang telah disimpan dalam aplikasi +hubsehat bisa membantu untuk dengan cepat mengambil tindakan dan berkonsultasi dengan dokter pribadi, ataupun jika di butuhkan bisa menggunakan fitur second opinion saat kondisi sekarang ini yang tidak memungkinkan untuk traveling.

Aplikasi +hubsehat sebagai Rekam medis elektronik (EMR) memudahkan orang dengan dalam memonitor dan mengkontrol kadar gula darah kapan dan dimana saja, hadir di beberapa platform populer seperti Android, IOS dan WEB base menjadi solusi dalam mengelola Kesehatan.

Source pic : Medical vector created by freepik â€" www.freepik.com

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Itulah tadi informasi mengenai PCR Swab Berbeda Dengan Rapid Test oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

PCR Swab Berbeda Dengan Rapid Test oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Sunday, August 9, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Retinitis Pigmentosa: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Retinitis pigmentosa adalah salah satu penyakit mata yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap atau kebutaan. Simak informasi selengkapnya tentang gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan, dan lainnya di bawah ini!

retinitis-pigmentosa-doktersehat

Apa Itu Retinitis Pigmentosa?

Retinitis pigmentosa adalah sekelompok penyakit pada retina mata yang dapat menyebabkan rabun senja atau rabun ayam (nyctalopia), yang seiring waktu dapat berkembang dan akhirnya menyebabkan kehilangan penglihatan atau kebutaan.

Retina adalah lapisan tipis sel yang berada di bagian belakang bola mata. Retina berfungsi untuk menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal saraf ke otak untuk melihat.

Retina memiliki dua jenis sel yang menangkap cahaya, yaitu sel batang berada di sekitar cincin luar retina yang berfungsi untuk melihat dalam gelap dan sel kerucut yang berada di tengah retina berfungsi untuk melihat ketika terang.

Penyakit ini merupakan kelainan langka yang diturunkan dari orang tua ke anak, yaitu hanya 1 dari 4.000 orang di dunia yang mengalaminya. Sekitar setengah dari semua orang dengan penderitanya memiliki anggota keluarga yang juga memilikinya.

Ciri dan Gejala Retinitis Pigmentosa

Retinitis pigmentosa adalah penyakit mata yang biasanya dimulai pada masa kanak-kanak. Namun, kapan penyakit dimulai dan seberapa cepat kondisinya menjadi semakin buruk bervariasi pada setiap orang.

Kebanyakan penderita penyakit ini kehilangan penglihatan saat awal dewasa. Namun, kondisi ini juga dapat diwariskan secara genetik, terutama ketika menginjak usia 40 tahun.

Berikut ini beberapa tanda dan gejala retinitis pigmentosa:

1. Rabun Senja atau Rabun Ayam (Nyctalopia)

Gejala awal yang mungkin berkembang adalah kesulitan melihat dalam kondisi kurang pencahayaan atau gelap. Penderitanya mungkin akan tersandung benda-benda atau tidak kesulitan mengemudi di malam hari.

2. Hilangnya Penglihatan Tepi (Tunnel Vision)

Kehilangan penglihatan tepi atau penyempitan lapang pandang segera setelah mengalami rabun senja. Kondisi ini membuat penderitanya tidak bisa melihat segala sesuatunya tanpa memalingkan kepala atau tepi luar penglihatan terlihat gelap dan lingkaran penglihatan penyempitan di tengah.

3. Fotofobia dan Photopsia

Gejala retinitis pigmentosa akan membuat lebih sulit melakukan pekerjaan detail dan mungkin kesulitan melihat warna. Tahap ini terjadi karena kerucut terpengaruh, yang terkadang membuatnya tidak berfungsi terlebih dulu.

Seseorang mungkin mengalami ketidaknyamanan atau silau melihat cahaya yang disebut sebagai fotofobia. Penderitanya mungkin juga seperti melihat kilatan cahaya yang berkilau atau berkedip yang disebut photopsia.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke dokter?

Segera periksakan ke dokter spesialis mata jika mengalami masalah penglihatan, termasuk penurunan kemampuan melihat di malam hari, mengalami penyempitan lapang pandang, gejala semakin memburuk, atau timbulnya gejala baru.

Jenis dan Penyebab Retinitis Pigmentosa

Lebih dari 60 gen yang berbeda dapat menyebabkan beberapa jenis penyakit ini. Orang tua dapat mewariskan gen yang bermasalah kepada anak-anaknya dengan tiga cara berbeda, di antaranya:

1. Autosomal Resesif

Kedua orang tua yang memiliki satu salinan gen bermasalah dan satu salinan gen normal menjadi penyebab retinitis pigmentosa, tetapi tidak menimbulkan gejala apa pun.

Anak yang mewarisi dua salinan gen bermasalah dari ibu dan ayah akan mengembangkan jenis autosomal resesif. Ini karena dua salinan gen bermasalah membuat setiap anak dalam keluarga memiliki kemungkinan terkena penyakit ini sekitar 25%.

2. Autosomal Dominan

Jenis ini hanya akan berkembang ketika disebabkan oleh satu salinan gen bermasalah. Orang tua yang memiliki gen ini memiliki risiko 50% mewariskan kepada anaknya.

3. X-linked

Ibu yang membawa gen bermasalah pada salah satu kromosom X dapat mewariskan kepada putranya. Karena wanita memiliki dua kromosom X, efek mutasi pada satu kromosom X diimbangi gen normal pada kromosom X lainnya.

Masing-masing anak memiliki risiko 50% untuk mewarisinya. Sebagian besar ibu yang membawa gen tidak akan memiliki gejala apa pun.

Kebanyakan putra yang mewarisi dari ibu akan memiliki kondisi yang lebih berat. Sedangkan Ayah yang memiliki gen tidak bisa mewariskan kepada anak-anaknya.

Faktor Risiko Retinitis Pigmentosa

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena retinitis pigmentosa, di antaranya:

  • Paparan sinar matahari yang terlalu lama dapat mempercepat kehilangan penglihatan.
  • Beberapa wanita mengalami kehilangan penglihatan lebih cepat selama kehamilan. Namun, efek kehamilan pada penyakit ini belum diteliti secara klinis.
  • Retinitis pigmentosa adalah penyakit genetik bawaan yang disebabkan oleh mutasi gen aktif dalam sel retina. Mutasi gen diprogram ke dalam sel pada saat pembuahan.

Baca Juga: Retinoblastoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Diagnosis Retinitis Pigmentosa

Dokter spesialis mata dapat mendiagnosis penyakit ini melalui pemeriksaan langsung pada mata. Dokter akan melihat mata dan melakukan beberapa tes khusus, di antaranya:

1. Pemeriksaan Retina Mata

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi retina mata, termasuk untuk respons refleks pupil, penglihatan warna (tes buta warna), pemeriksaan slit lamp (mendeteksi kerusakan bola mata), tekanan intraokular (tekanan pada bola mata), dan ketajaman penglihatan.

2. Ophthalmoscope

Dokter akan memberikan obat tetes mata untuk membuat pupil lebih lebar agar bisa melihat retina dengan lebih baik. Dokter juga akan menggunakan alat genggam untuk melihat bagian belakang mata. Jika memiliki penyakit retinitis pigmentosa, mungkin ada bintik hitam pada retina.

2. Tes Lapang Pandang

Pasien akan melakukan tes untuk melihat titik objek melalui mesin. Sambil menatap pada titik tersebut, benda atau cahaya akan muncul ke samping. Pasien akan menekan tombol ketika melihatnya dan mesin akan membuat peta seberapa jauh penglihatan lapang pandang dari penjuru sisi yang bisa dilihat.

3. Electroretinogram (ERG)

Dokter spesialis mata akan memasang film dari foil emas atau lensa kontak khusus pada mata pasien. Kemudian ia akan mengukur bagaimana retina merespons kilatan cahaya.

4. Tes Genetik

Dokter mata akan mengambil dan mengirimkan sampel DNA ke laboratorium untuk mengetahui bentuk retinitis pigmentosa yang dimiliki pasien.

Jika Anda atau siapa pun dalam keluarga didiagnosis menderita penyakit ini, semua anggota keluarga harus melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata.

Pengobatan Retinitis Pigmentosa

Tidak ada obat khusus untuk penyakit ini, tetapi ada beberapa pilihan perawatan yang dapat memperlambat kehilangan penglihatan dan bahkan dapat mengembalikan penglihatan, di antaranya:

1. Menggunakan Kacamata Hitam

Penggunaan kacamata hitam dapat membantu mata menghindari paparan sinar ultraviolet dari matahari yang berbahaya dan dapat mempercepat kehilangan penglihatan.

2. Acetazolamide

Area kecil di pusat retina bisa membengkak atau disebut edema makula yang dapat mengurangi ketajaman penglihatan. Penggunaan obat acetazolamide dapat meringankan pembengkakan dan meningkatkan ketajaman penglihatan.

3. Vitamin A Palmitat

Penggunaan vitamin ini dalam dosis tinggi dapat membantu sedikit memperlambat retinitis pigmentosa setiap tahunnya. Namun, harus berhati-hati, karena terlalu banyak bisa beracun. Sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter dosis dan efek samping lainnya.

4. Implan Retina

Jika mengalami penyakit ini pada tahap akhir atau X-linked, kemungkinan besar memerlukan implan retina yang dapat memberikan penglihatan sebagian. Prosedur ini dilakukan dengan menanamkan retina ke dalam mata dan dipasangkan dengan kacamata yang dilengkapi dengan kamera.

5. Pengobatan Lainnya

Perawatan lain untuk meringankan gejala penyakit ini, termasuk penggantian sel atau jaringan yang rusak dengan yang sehat dan terapi gen untuk memasukkan gen sehat ke dalam retina. Perawatannya menggunakan alat khusus yang dapat membantu memaksimalkan penglihatan dan rehabilitasi untuk membantu pasien tetap mandiri melakukan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: 15 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Mudah dan Ampuh!

Komplikasi Retinitis Pigmentosa

Penyakit ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap atau mungkin berkembang secara perlahan atau mungkin lebih cepat. Berikut ini beberapa komplikasi dari retinitis pigmentosa:

  • Kebutaan. Penyakit ini menyebabkan kehilangan penglihatan yang memburuk seiring waktu. Meskipun jarang terjadi, pada beberapa orang akhirnya mengalami kebutaan.
  • Katarak. Pasien penderita penyakit ini biasanya mengembangkan jenis katarak yang disebut katarak subkapsular. Ketika kondisi ini terjadi, lensa menjadi buram dan penglihatan terganggu.
  • Ablasio retina. Pada beberapa pasien mungkin mengalami ablasio retina yang terjadi ketika retina terpisah dari perlekatannya ke bagian belakang bola mata. Bahkan, tanpa perawatan yang cepat membuat ablasio retina menyebabkan hilangnya penglihatan permanen.
  • Mengganggu aktivitas. Penyakit ini pada akhirnya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya, keterbatasan dalam beraktivitas ketika kurang penerangan atau gelap dan mungkin kesulitan untuk berkendara di malam hari.

Pencegahan Retinitis Pigmentosa

Penyakit ini adalah kelainan genetik, sehingga tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, ada beberapa langkah yang dapat mengurangi gejala, di antaranya:

  • Ketika keluarga memiliki riwayat penyakit ini, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait genetik untuk menilai faktor risiko anak-anak yang mewarisi penyakit ini.
  • Penggunaan suplemen vitamin A dalam bentuk tertentu kemungkinan dapat menunda gejala masalah pada retina.
  • Menggunakan kacamata antiradiasi sangat penting untuk melindungi mata dari cahaya biru yang lebih merusak mata daripada sinar ultraviolet.

 

  1. Anonim. 2019. What Is Retinitis Pigmentosa?. https://www.webmd.com/eye-health/what-is-retinitis-pigmentosa#1. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Retinitis Pigmentosa. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17429-retinitis-pigmentosa. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Retinitis Pigmentosa. https://www.drugs.com/health-guide/retinitis-pigmentosa.html. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  4. Anonim. Tanpa Tahun. Retinitis Pigmentosa (RP)- Causes and Treatment. https://diseasesdic.com/retinitis-pigmentosa-rp-causes-and-treatment/. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  5. Anonim. 2018. Retinitis pigmentosa. https://medlineplus.gov/ency/article/001029.htm#:~:text=The%20cells%20controlling%20night%20vision,family%20history%20of%20retinitis%20pigmentosa. (Diakses pada 27 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari situs slot online mengenai Retinitis Pigmentosa: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Retinitis Pigmentosa: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Tuesday, July 28, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Paramol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Paramol adalah obat yang mengandung paracetamol 500 mg. Obat ini digunakan untuk menurunkan demam. Ketahui manfaat obat Paramol, aturan penggunaan, dosis, efek samping, dan harganya di sini.

obat-paramol-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Paramol

Berikut ini adalah informasi umum obat Paramol:

 Nama Obat Paramol
 Kandungan Obat  Paracetamol 500 mg
 Kelas Obat  Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
 Kategori Obat  Obat bebas
 Manfaat Obat  Meredakan rasa sakit termasuk demam, sakit gigi, dan pusing
 Kontraindikasi Obat  Hipersensitif
 Sediaan Obat  Tablet
 Harga Obat  Rp4.169/strip @10 tablet

Harga Paramol mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini tersedia di apotek dalam bentuk obat generik Paracetamol. Tanyakan pada apoteker Anda untuk harga Paramol dalam sedian lainnya.

Paramol Obat Apa?

Paracetamol adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, demam, nyeri punggung, pilek, atau flu biasa. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan peradangan dan pembengkakan sendi seperti gejala osteoartritis.

Obat ini mengandung bahan utama paracetamol 500 miligram serta tergolong dalam kelas obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik. Anda dapat menggunakan obat ini tanpa resep dokter, tapi harap ikuti petunjuk penggunaan di balik kemasan.

Merek Dagang Paramol

Obat ini tersedia dalam obat generik Paracetamol. Sementara obat dengan kandungan paracetamol yang sama dipasarkan dengan merek dagang lainnya, seperti:

  • Acetaminophen
  • Biogesic
  • Cetapain
  • Eterfix
  • Farmadol
  • Glocetamol Forte
  • Hufagesic
  • Kamolas
  • Mixagrip Flu
  • Moretic
  • Naprex
  • Nofebril
  • Panadol
  • Pamol
  • Pamol Suppository
  • Paracetamol Mersifarma
  • Paramex SK
  • Praxion
  • Poro
  • Sanmol Child Chewable
  • Sanmol Infusion
  • Sanmol
  • Sumagesic
  • Tempra
  • Termorex

Obat paracetamol mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini.

Fungsi Obat Paramol

Obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk:

  • Demam
  • Pilek
  • Flu
  • Nyeri punggung
  • Sakit gigi
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Nyeri menstruasi

Obat ini mungkin digunakan untuk mengobati indikasi nyeri sedang lainnya yang belum tercantum dalam informasi kesehatan ini. Konsultasi pada apoteker Anda tentang manfaat paracetamol lainnya.

Baca Juga: Acetaminophen (Paracetamol): Manfaat, Dosis, Efek Samping

Peringatan Obat Paramol

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan paracetamol.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat analgesik atau antipiretik lainnya.
  • Baca dengan teliti petunjuk penggunaan obat sebelum menggunakannya.
  • Minum obat sesuai dengan dosis dan jadwal yang tepat.
  • Konsultasi dengan dokter apabila ingin menggunakan obat ini dalam keadaan hamil atau menyusui.
  • Obat ini dapat digunakan untuk anak di atas usia 2 tahun.

Konsultasi pada apoteker Anda tentang semua hal yang harus ketahui sebelum menggunakan obat paracetamol ini.

Interaksi Obat Paramol

Interaksi obat adalah reaksi berbeda yang timbul pada tubuh Anda saat Anda menggunakan dua obat atau lebih dalam waktu sama tanpa resep dokter. Interaksi obat tersebut umumnya memicu efek samping.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat dengan kandungan paracetamol bila dikonsumsi bersamaan obat lain:

  • Mengurangi penyerapan obat bila digunakan bersama cholestyramine.
  • Menurunkan konsentrasi serum bila digunakan bersama obat rifampisin dan beberapa Antikonvulsan.
  • Meningkatkan efek antikoagulan bila digunakan bersama warfarin dan kumarin lainnya dalam penggunaan jangka panjang.
  • Meningkatkan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.

Selain itu, beberapa obat yang dicurigai dapat menyebabkan interaksi bila dikonsumsi bersama dengan obat paracetamol, seperti:

  • Aspirin
  • Benadryl
  • Kafein
  • Suplemen kalsium 600 D
  • Codeine
  • Colace
  • Cymbalta
  • Diclofenac
  • Eliquis
  • Suplemen minyak ikan
  • Flonase
  • Hydrocodone
  • Ibuprofen
  • Lasix
  • Lyrica
  • Meloxicam
  • Metoprolol Succinate ER
  • Metoprolol Tartrate
  • Milk of Magnesia
  • MiraLAX
  • Mucinex
  • Naproxen
  • Norco
  • Oxycodone
  • Prednisone
  • ProAir HFA
  • Synthroid
  • Tramadol
  • Suplemen vitamin B12
  • Suplemen vitamin C
  • Suplemen vitamin D3
  • Xarelto
  • Zoloft
  • Zyrtec

Harap tidak menggunakan dua obat atau lebih, termasuk vitamin, suplemen, atau obat herbal secara bersamaan tanpa resep dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

Efek Samping Paramol

Berikut ini beberapa efek samping obat Paramol yang mungkin terjadi:

  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Bintik-bintik kulit
  • Mual
  • Muntah
  • Feses berdarah atau hitam
  • Urine keruh
  • Kelelahan

Walaupun demikian, efek samping Paramol jarang terjadi. Harap segera hentikan penggunaan bila mengalami efek samping atau gejala tidak kunjung membaik.

Baca Juga: 12 Obat Penting di Kotak Obat dan Obat Nyeri dan Demam: Paracetamol

Dosis Obat Paramol

Dosis Paramol untuk mengatasi gejala nyeri ringan hingga sedang secara umum, sebagai berikut:

  • Dewasa: 0.5-1 gram setiap 4-6 jam sehari. Dosis maksimal adalah 4 gram sehari.
  • Anak Usia 2-<4 Tahun: 180 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 4-<6 Tahun:  240 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 6-<8 Tahun: 240-250 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 8-<10 Tahun: 360-375 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 12-<16 Tahun: 480-750 miligram per hari dalam dosis terbagi.

Dosis untuk indikasi nyeri lainnya disesuaikan dengan usia pasien, gejala infeksi, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Paramol

Berikut ini panduan cara pakai obat Paramol:

  • Ikuti petunjuk penggunaan obat sesuai petunjuk penggunaan di balik kemasan.
  • Jangan minum dua obat di waktu yang sama tanpa saran dokter.
  • Telan tablet obat secara utuh, jangan digerus atau dikunyah.
  • Minum obat setelah makan.
  • Gunakan obat dengan air putih secukupnya.
  • Segera hentikan penggunaan obat dan konsultasi ke dokter bila Anda tidak kunjung sembuh dalam 3 hari.

Tanyakan kepada apoteker Anda jika belum memahami instruksi penggunaan obat pereda nyeri ini. Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat untuk menyembuhkan gejala dengan cepat.

Petunjuk Penyimpanan Paramol

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai:

  • Paracetamol adalah salah satu obat wajib yang harus ada di rumah.
  • Simpan obat paracetamol pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat paracetamol di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat paracetamol pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.

Itulah pembahasan lengkap tentang obat Paramol untuk apa. Obat ini dijual secara bebas dan digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga nyeri sedang. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan apoteker.

 

  1. Drugs. 2020. Acetaminophen. https://www.drugs.com/acetaminophen.html. (Diakses pada 25 Juli 2020).
  2. MIMS. 2020. Paracetamol. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic. (Diakses pada 25 Juli 2020).
  3. WebMD. 2020. Paracetamol Tablet. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details. (Diakses pada 25 Juli 2020).

Itulah tadi informasi dari agen poker mengenai Paramol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Paramol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Sunday, July 26, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 13 Sayuran yang Mengandung Vitamin C Tinggi oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Konsumsi sayuran yang mengandung vitamin C untuk menjaga kesehatan Anda. Vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun untuk melawan virus atau bakteri penyebab infeksi. Ketahui apa saja makanan sumber vitamin C dalam artikel.

sayuran-yang-mengandung-vitamin-C-doktersehat

Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan

Vitamin C adalah salah satu vitamin untuk perbaikan sel dan jaringan tubuh agar organ tubuh tetap berfungsi dengan baik. Ketahui lebih banyak lagi fungsi vitamin C, sebagai berikut:

  • Meningkatkan sistem imun tubuh.
  • Berperan sebagai antioksidan untuk tubuh.
  • Melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel dan penyakit berbahaya.
  • Memproduksi protein tertentu untuk regenerasi kulit.
  • Menjaga kesehatan tendon, ligamen, dan pembuluh darah.
  • Mencegah penuaan dini.
  • Menjaga kesehatan jaringan dan sel-sel tubuh.

Vitamin C bersifat larut dalam tubuh. Vitamin C dapat ditemukan secara alami dari makanan sehat seperti sayur dan buah.

Sayuran yang Mengandung Vitamin C

Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian dari makanan sehari-hari, seperti beberapa jenis sayuran berikut ini:

1. Bayam

Sayuran berdaun hijau seperti bayam kaya akan vitamin C. Berdasarkan laporan dari United States Department of Agriculture (USDA), 100 gram bayam mengandung sekitar 28,1 mikrogram vitamin C. Kandungan ini setara dengan 34% dari kebutuhan vitamin C harian.

Selain itu, bayam juga kaya akan vitamin A, vitamin K1, asam folat, kalsium, zat besi, magnesium, dan berbagai vitamin serta mineral penting lainnya untuk tubuh. Konsumsi bayam dipercaya dapat meningkatkan kesehatan mata, menjaga tekanan darah, mencegah kanker, dll.

2. Kembang Kol

Setiap 128 gram kembang kol mengandung sekitar 77% kebutuhan vitamin C harian. Selain itu, kembang kol juga kaya serat, vitamin K, asam folat, antioksidan, serta nutrisi lainnya. Salah satu manfaat kembang kol adalah untuk mencegah kanker dan penyakit jantung.

Baca Juga: 19 Buah yang Mengandung Vitamin C Tinggi (Tidak Kalah Dengan Jeruk)

3. Brokoli

Satu cangkir brokoli mengandung sekitar 51 miligram vitamin C, atau setara dengan 57% kebutuhan vitamin C harian. Berdasarkan penelitian, vitamin C dapat meningkatkan sistem imun yang kemudian akan melawan virus dan bakteri penyebab infeksi.

Vitamin C juga dapat menurunkan stres oksidatif yang dapat memicu kanker, penyakit jantung, dan penyakit berbahaya lainnya. Berdasarkan penelitian pada 27 perokok (pria) yang konsumsi 250 gram brokoli kukus setiap hari, mereka mengalami penurunan 48% penanda inflamasi C-reaktif protein.

4. Lobak

Lobak juga termasuk sayuran yang mengandung vitamin C. Vitamin C dalam lobak membantu produksi kolagen yang berperan untuk menjaga kesehatan kulit, mengatasi kerutan, kulit kering, dan mencegah penuaan dini. Selain itu, vitamin C pada lobak juga dapat meningkatkan kesehatan dinding pembuluh darah.

5. Kubis

Kubis atau kol juga kaya akan vitamin C. Setiap 89 gram kubis memenuhi sekitar 85% kebutuhan vitamin C harian. Selain itu, kubis juga mengandung kalsium, vitamin K, asam folat, potasium, magnesium, vitamin B6, dan nutrisi penting lainnya. Anda dapat hidup sehat dengan makan kubis dan kombinasi sayur sehat lainnya setiap hari.

6. Okra

Selain jeruk, ada banyak makanan lainnya sebagai sumber vitamin C. Salah satunya adalah okra (lady’s finger) yang mengandung 26% vitamin C dari kebutuhan harian. Okra juga mengandung vitamin K, vitamin C, vitamin B6, dan vitamin K1. Nah, Anda dapat mencoba memasukan okra untuk menu makanan sehat selanjutnya!

7. Brussels Sprouts

Brussels sprouts atau kubis sprouts adalah jenis kubis namun berukuran mini. Kubis brussels mengandung sekitar 49 mg vitamin C atau memenuhi sekitar 54% dari kebutuhan vitamin C harian. Tidak hanya itu, kubis brussels juga kaya akan asam folat, mangan, kalsium, vitamin K, dan vitamin A.

8. Collard Greens

Collard greens adalah sejenis sawi yang kaya akan berbagai vitamin, termasuk vitamin C, E, dan K. Satu cangkir collard greens matang mengandung sekitar 34,46 miligram vitamin C. Manfaat vitamin C dalam collard greens adalah untuk membangun kolagen untuk meningkatkan kesehatan kulit dan rambut.

9. Mustard Spinach

Mustard spinach adalah sejenis sawi bunga yang juga kaya akan vitamin C. Satu cangkir mustard spinach mengandung sekitar 195 miligram vitamin C. Kandungan ini setara dengan kebutuhan 217% kebutuhan vitamin C harian Anda. Mustard spinach juga mengandung asam folat, serat, kalsium, kalium, mangan, dan vitamin A.

10. Peterseli

Peterseli adalah sejenis herbal yang masuk dalam jenis sayuran. Peterseli biasanya digunakan sebagai pelengkap makanan atau untuk menambah aroma makanan. Peterseli ternyata juga mengandung vitamin C, lho. Dua sendok makan peterseli (8 gram) mengandung 10 mg vitamin C atau setara dengan 11% kebutuhan harian.

Baca Juga: Vitamin C: Fungsi, Sumber, Akibat Kekurangan dan Kelebihan

11. Timi

Timi atau thyme dalam takaran 1-2 sendok makan (3-6 gram) mengandung sekitar 3,5â€"7 mg vitamin C. Selain sebagai pelengkap dan penambah aroma makanan, thyme juga diklaim sebagai obat tradisional untuk sakit tenggorokan karena kandungan vitamin C tersebut untuk melawan infeksi.

12. Kentang

Tahukah Anda bila kentang juga kaya akan vitamin C? Dalam satu sajian (173 grams) kentang mengandung sekitar 28% vitamin C dari kebutuhan harian Anda. Kentang juga termasuk jenis makanan sehat yang membuat Anda kenyang lebih lama. Jadi, konsumsi kentang dapat menjadi alternatif makanan sehat Anda setiap saat.

13. Kangkung

Kale atau kangkung juga termasuk sayuran yang mengandung vitamin C. Dalam satu cangkir kale mentah mengandung sekitar 80 miligram vitamin C.

Berdasarkan penelitian, olahan kale baik ditumis, direbus, atau dikukus membantu melepaskan lebih banyak antioksidan. Walaupun demikian, penelitian lain menyatakan bahwa memasak sayuran terlalu lama dapat mengurangi kandungan vitamin tersebut.

Itulah pembahasan lengkap tentang sayuran yang mengandung vitamin C. Selain buah jeruk, Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian dengan beragam jenis sayuran tersebut. Konsumsi sayuran secara rutin dapat membantu memelihara kesehatan Anda. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Fruits and Veggies. 2020. Vitamin C In Fruits & Vegetables. https://fruitsandveggies.org/stories/best-of-vitamin-c/. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  2. Gunnars, Kris, BSc. 2019. Spinach 101: Nutrition Facts and Health Benefits. https://www.healthline.com/nutrition/foods/spinach. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  3. Hill, Caroline MHumNutr, BSc. 2018. 20 Foods That Are High in Vitamin C. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-c-foods. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  4. Kubala, Jillian, MS, RD. 2017. 9 Impressive Health Benefits of Cabbage. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-cabbage. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  5. Medline Plus. 2020. Vitamin C. https://medlineplus.gov/ency/article/002404.htm. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  6. Rizzo, Natalie, MS, RD. 2019. 7 Nutrition and Health Benefits of Okra. https://www.healthline.com/nutrition/okra-health-benefits. (Diakses pada 24 Juli 2020).
  7. Raman, Ryan, MS, RD. 2018. 7 Health and Nutrition Benefits of Potatoes. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-potatoes. (Diakses pada 24 Juli 2020). (Diakses pada 24 Juli 2020).
  8. Ware, Megan, RDN, L.D. 2018. Why you should eat your collard greens. https://www.medicalnewstoday.com/articles/277957. (Diakses pada 24 Juli 2020).

Itulah tadi informasi dari situs poker online mengenai 13 Sayuran yang Mengandung Vitamin C Tinggi oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

13 Sayuran yang Mengandung Vitamin C Tinggi oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Saturday, July 25, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Salah satu kelainan fisik pada bayi yang harus diwaspadai adalah mikrosefali. Ketahui lebih lanjut mengenai masalah kesehatan yang satu ini mulai dari gejala, penyebab, hingga penanganan dan pencegahannya.

mikrosefali-doktersehat

Apa Itu Mikrosefali?

Mikrosefali adalah gangguan sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak sepenuhnya berkembang. Hal ini dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan atau dalam beberapa tahun pertama kelahiran. Mikrosefali dapat membuat otak tidak tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya.

Akan tetapi, beberapa anak yang mengidap kelainan ini memiliki perkembangan dan intelegensi yang normal, meskipun kepala mereka berukuran lebih kecil dari ukuran ideal. Faktor keturunan dan lingkungan dapat menjadi penyebab munculnya mikrosefali.

Ciri dan Gejala Mikrosefali

Ciri-ciri mikrosefali sudah jelas, yakni ukuran kepala yang lebih kecil dari ukuran normal. Anak-anak dengan kasus ringan mungkin memiliki kepala yang kecil namun tidak diiringi gejala lain, pun kepala akan tumbuh sampai ia besar. Walaupun demikian, ukuran kepala tersebut akan tetap lebih kecil dari ukuran yang dianggap normal.

Beberapa anak pengidap mikorsefali memiliki kecerdasan yang tingkat intelegensi yang bisa dikatakan normal. Akan tetapi, beberapa yang lain memiliki masalah belajar, namun kecerdasan biasanya tidak bertambah buruk dalam perkembangan kehidupannya.

Ciri dan gejala mikrosefali lainnya yang mungkin muncul di antaranya sebagai berikut:

  • Penundaan perkembangan (keterlambatan duduk, berdiri, berjalan, dan berbicara)
  • Masalah menelan makanan atau yang berkaitan dengan makan
  • Gangguan pendengaran
  • Hiperaktif (kesulitan memusatkan perhatian atau duduk diam)
  • Gangguan bicara
  • Gangguan pengelihatan
  • Kejang-kejang
  • Postur tubuh yang pendek
  • Gangguan pendengaran

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan medis selama kehamilan agar dokter bisa mendeteksi segala kemungkinan lebih awal. Dengan begitu, langkah-langkah penanganan bisa segera dilakukan.

Kelainan ini juga mungkin saja baru terdeteksi saat bayi dilahirkan. Segera periksakan anak Anda ke dokter apabila mengindentifikasi sejumlah gejala yang berkaitan dengan masalah kesehatan tersebut.

Penyebab Mikrosefali

Hingga kini penyebab mikrosefali pada bayi belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, ada dua hal yang diduga merupakan pemicu utama atas terjadinya kelainan  ini, yakni:

  • Kelainan genetik
  • Pengaruh lingkungan

Dilihat dari faktor yang (diduga) menjadi penyebabnya, Mikrosefali terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Mikrosefali Kongenital

Mikrosefali kongenital diturunkan melalui keluarga. Ini disebabkan oleh cacat pada gen yang terkait dengan perkembangan awal otak. Jenis ini sering terlihat pada anak-anak dengan down syndrome dan kelainan genetik.

2. Mikrosefali Akuisita

Sementara itu, mikrosefali akuisita berarti otak anak mengalami kontak dengan sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otaknya ketika di dalam rahim. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini adalah sebagai berikut:

  • Infeksi virus, termasuk rubella (campak Jerman), cacar, dan mungkin Zika
  • Infeksi parasit, seperti toksoplasmosis atau sitomegalovirus
  • Bahan kimia toksik seperti timbal
  • Tidak mendapatkan asupana makanan atau nutrisi yang cukup
  • Alkohol
  • Obat-obatan
  • Abnormalitas kromosom
  • Menurunnya kadar oksigen ke otak janin

Mikrosefali akuisita juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain, seperti:

  • Perdarahan atau penyumbatan pembuluh darah otak pada bayi baru lahir
  • Cedera pada otak setelah lahir
  • Cacat medulla spinaslis atau otak

Diagnosis Mikrosefali

Diagnosis kelainan ini dapat dilakukan sebelum atau setelah bayi lahir. Selama kehamilan, pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat menunjukkan bahwa bayi memiliki ukuran kepala lebih kecil dari yang diperkirakan. Guna melihat ini dengan jelas, pemeriksaan yang terbaik adalah pada akhir trimester 2 atau ketika awal trimester 3 kehamilan.

Setelah bayi lahir, dokter atau perawat akan mengukur lingkar kepala dengan cara mengelilingi pita ukur di kepala anak. Ukuran tersebut kemudian dimasukkan pada grafik pertumbuhan, untuk mengetahui pertumbuhan lingkar kepala dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia dan jenis kelamin yang sama.

Jika pengukuran kepala anak jatuh di titik tertentu di bawah rata-rata, maka lingkar kepala tersebut dianggap tidak normal. Pada kondisi ini, dokter mungkin akan memvonis anak mengidap mikrosefali. Pengukuran lingkar kepala masih akan dilakukan secara berkala sampai usia anak mencapai 2 atau 3 tahun.

Pengobatan Mikrosefali

Tidak ada obat untuk mikrosefali, tetapi ada perawatan untuk membantu masalah perkembangan, masalah perilaku, dan gejala kejang yang kerap muncul. Anak dengan kondisi ini (dalam status ringan) perlu melakukan check up ke dokter untuk memantau bagaimana ia tumbuh dan berkembang.

Sementara anak-anak dengan kondisi yang lebih parah membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk mengontrol gejala. Kejang adalah salah satu gejala yang dapat mengancam jiwa. Dokter akan mendiskusikan perawatan untuk menjaga anak agar aman dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Anak penderita kelainan ini mungkin memerlukan:

  • Obat-obatan untuk mengontrol kejang dan hiperaktif serta untuk meningkatkan fungsi saraf dan otot
  • Terapi wicara
  • Terapi fisik

Komplikasi Mikrosefali

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah perkembangan tubuh yang terhambat sehingga ukuran tubuh lebih pendek dari anak lain yang berusia sama. Selain itu, anak juga bisa saja mengalami keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh. Komplikasi medis lainnya yang berpotensi terjadi adalah cerebral palsy dan epilepsi.

Pencegahan Mikrosefali

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan ibu hamil agar janin tidak terkena mikrosefali adalah:

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan minum vitamin prenatal.
  • Jangan minum alkohol atau memakai narkoba.
  • Hindari paparan bahan kimia berbahaya.
  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan (cuci tangan, dsb.).
  • Hindari kontak dengan kotoran kucing karena dapat menyebarkan parasit yang menyebabkan toksoplasmosis.
  • Gunakan obat nyamuk ketika tinggal di daerah berhutan atau di negara di mana nyamuk berterbangan dengan bebas. Nyamuk Aedes yang membawa virus Zika mungkin menjadi penyebab kelainan ini.
  • Jika Anda memiliki anak dengan mikrosefali dan ingin hamil lagi, konsultasikan dengan dokter. Konseling genetik dapat membantu Anda memahami risiko keluarga untuk penyakit ini

 

  1. Anonim. Microcephaly. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/microcephaly/symptoms-causes/syc-20375051 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  2. Anonim. Microcephaly on Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=microcephaly-90-P02610 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  3. Anonim. What is Microcephaly? https://www.hopkinsmedicine.org/zika-virus/microcephaly.html (Diakses pada 16 Juli 2020)
  4. CDC. What is Microcephaly? https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/microcephaly.html (Diakses pada 16 Juli 2020)
  5. Smith, L. 2019. What to know about microcephaly. https://www.medicalnewstoday.com/articles/305880 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  6. WHO. Microcephaly. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/microcephaly (Diakses pada 16 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari poker mengenai Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Sunday, July 19, 2020

Halo sahabat selamat datang di website susuberuang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kadiflam: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kadiflam adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri akibat peradangan, mulai dari intensitas ringan hingga sedang. Ketahui obat Kadiflam untuk apa, manfaat, dosis, efek samping, dll.

obat-kadiflam-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Kadiflam

Berikut ini adalah informasi umum obat Kadiflam :

 Nama Obat  Kadiflam
 Kandungan Obat  Natrium diklofenak (diclofenac sodium)
 Kelas Obat  Dekongestan oftalmik, anestesi, antiinflamasi atau obat antiinflamasi non steroid (OAINS)
 Kategori Obat  Obat resep
 Manfaat Obat  Mengatasi infeksi bakteri
 Kontraindikasi Obat  Hipersensitif terhadap diklofenak atau OAINS lainnya
 Sediaan Obat  Tablet
 Harga Obat  Rp1.006/tablet

Harga obat Kadiflam mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini tersedia di apotek dalam bentuk obat generik Natrium Diklofenak (Diclofenac Sodium) atau merek dagang lain.

Obat Kadiflam untuk Apa?

Kadiflam adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri dan pembengkakan dari gejala ringan hingga sedang. Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi nyeri otot, nyeri punggung, kram menstruasi, cedera, dan sakit gigi.

Obat ini mengandung natrium diklofenak (diclofenac sodium) yang termasuk dalam kelas obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter

Obat natrium diklofenak bekerja dengan cara mengurangi zat penyebab rasa nyeri dan peradangan dalam tubuh. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan gejala kaku sendi, peradangan, osteoarthritis, atau rheumatoid arthritis.

Merek Dagang Kadiflam

Obat ini tersedia dalam obat generik Natrium Diklofenak (diclofenac sodium). Sementara obat dengan kandungan yang sama dipasarkan dengan merek dagang lainnya, seperti:

  • Cataflam
  • Fenavel
  • Hotin DCL
  • Neo Rheumacyl Anti Inflammation
  • Nilaren
  • Noncort
  • Voltaren
  • Zorvolex
  • Aclonac
  • Kaflam
  • Cataflam D 50
  • Kamaflam
  • Cataflam Fast
  • Matsunaflam
  • Catanac
  • Meflamin
  • Merflam
  • Diflam
  • Nichoflam
  • Eflagen
  • Potaflam
  • Exaflam
  • Raost
  • Flamic
  • Reflamid
  • Flamigra
  • Scanaflam
  • Flamsy
  • Scanaflam 50
  • Inflam
  • Troflam
  • Kadiflam
  • X Flam
  • Kaditic

Obat natrium diklofenak mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini.

Manfaat Kadiflam

Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk:

  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Osteoartritis
  • Spondilitis ankilosa
  • Dismenore, nyeri menstruasi
  • Migrain
  • Gejala nyeri
  • Spondilitis ankilosis
  • Rheumatoid arthritis
  • Nyeri otot
  • Nyeri pinggang
  • Nyeri sendi
  • Peradangan
  • Nyeri pasca operasi
  • Nyeri akibat cedera atau terkilir
  • Infeksi THT (telinga, hidung, dan tenggorokan)

Obat ini mungkin digunakan untuk mengobati indikasi inflamasi lainnya yang belum tercantum dalam informasi kesehatan ini. Konsultasi pada apoteker Anda tentang manfaat Kadiflam lainnya.

Peringatan Obat Kadiflam

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat antinyeri atau antiinflamasi ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan natrium diklofenak.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat antinyeri atau antiinflamasi lainnya.
  • Jangan menggunakan obat resep ini sembarangan. Baca dengan teliti resep dokter atau petunjuk penggunaan obat antinyeri ini.
  • Minum obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari resep dokter.
  • Menggunakan obat ini selama kehamilan dapat membahayakan janin dalam kandungan.
  • Konsultasikan pada dokter apakah obat ini aman digunakan pada ibu menyusui atau wanita sedang merencanakan kehamilan dalam waktu dekat.
  • Obat ini dapat digunakan untuk orang di atas usia 18 tahun.

Demi keamanan minum obat, beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat medis berikut ini:

  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Maag
  • Pendarahan di perut Anda
  • Asma
  • Penyakit liver
  • Penyakit ginjal
  • Perokok

Konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat dengan kandungan natrium diklofenak ini karena termasuk obat keras.

Baca Juga: Nyeri Punggung: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Interaksi Obat Kadiflam

Interaksi obat adalah respon obat terhadap tubuh yang terjadi bila Anda menggunakan dua obat atau lebih secara bersamaan tanpa resep dokter. Reaksi dari interaksi obat umumnya menyebabkan efek samping.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat dengan kandungan natrium diklofenak bila dikonsumsi bersamaan obat lain:

  • Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan bila digunakan bersama dengan obat kortikosteroid lain.
  • Meningkatkan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal bila digunakan bersama dengan obat inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, dan tacrolimus.
  • Meningkatkan kadar dan risiko toksisitas bila digunakan bersama dengan digoksin, litium, metotreksat, pemetrexed, dan fenitoin.
  • Efek obat menurun bila digunakan bersama dengan colestipol dan cholestyramine.
  • Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan dengan NSAID lain, antiplatelet, dan antikoagulan.

Selain itu, beberapa obat yang dicurigai dapat menyebabkan interaksi bila dikonsumsi bersama dengan obat natrium diklofenak, seperti:

  • Advil
  • Aleve
  • Ambien
  • Aspirin
  • Aspirin
  • Benadryl
  • Cymbalta
  • Suplemen asam lemak omega-3 tak jenuh ganda
  • Flexeril
  • Gabapentin
  • Hydrochlorothiazide
  • Hydrocodone
  • Lisinopril
  • Lyrica
  • Misoprostol
  • Motrin
  • Naproxen
  • Nexium
  • Norco
  • Oxycodone
  • Paracetamol
  • Percocet
  • Prednisone
  • ProAir HFA
  • Singulair
  • Synthroid
  • Topamax
  • Tramadol
  • Trazodone
  • Tylenol
  • Cyanocobalamin
  • Xanax
  • Xarelto
  • Zyrtec

Harap tidak menggunakan dua obat atau lebih, termasuk vitamin, suplemen, atau obat herbal secara bersamaan tanpa resep dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

Efek Samping Kadiflam

Berikut ini beberapa efek samping obat Kadiflam yang mungkin terjadi:

  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Kulit pucat
  • Pembengkakan
  • Sakit perut
  • Perut kembung
  • Feses hitam
  • Urine keruh
  • Sembelit
  • Diare
  • Pusing
  • Gangguan pencernaan
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas
  • Pendarahan
  • Muntah darah
  • Berat badan menurun

Daftar efek samping tersebut tidak mencantumkan semua efek samping kandungan natrium diklofenak lainnya yang mungkin terjadi. Setiap pasien mungkin mengalami reaksi berbeda. Segera hubungi dokter bila mengalami efek samping serius dan tida kunjung sembuh.

Dosis Obat Kadiflam

Dosis Kadiflam untuk mengatasi gejala nyeri secara umum, sebagai berikut:

  • Nyeri Haid, Osteoarthritis, Rheumatoid Arthritis, dan Peradangan Umum: 50 mg digunakan 3 kali sehari.
  • Migrain: 50 mg pada serangan migrain pertama, dosis lanjutan 50 mg bila masih sakit. Dosis maksimal adalah 200 mg per hari.

Dosis untuk indikasi nyeri atau peradangan lainnya disesuaikan dengan gejala infeksi, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Kadiflam

Berikut ini panduan cara pakai obat Kadiflam:

  • Ikuti petunjuk penggunaan obat sesuai resep atau petunjuk penggunaan di balik kemasan.
  • Telat tablet obat secara utuh, jangan digerus atau dikunyah.
  • Minum obat dalam keadaan perut kosong, setidaknya dua jam sebelum makan.
  • Gunakan obat dengan air putih secukupnya.

Tanyakan kepada dokter jika Anda belum memahami instruksi penggunaan obat antinyeri ini. Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat untuk menyembuhkan gejala dengan cepat.

Petunjuk Penyimpanan Kadiflam

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai:

  • Simpan obat natrium diklofenak pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat natrium diklofenak di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat natrium diklofenak pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.

Itulah pembahasan lengkap tentang obat Kadiflam untuk apa. Obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga nyeri sedang. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.

 

  1. Drugs. 2020. Diclofenac. https://www.drugs.com/diclofenac.html.
  2. MIMS. 2020. Diclofenac. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diclofenac?mtype=generic.
  3. WebMD. 2020. Diclofenac Potassium. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5988-6186/diclofenac-potassium-oral/diclofenac-oral/details.

Itulah tadi informasi mengenai Kadiflam: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz dan sekianlah artikel dari kami susuberuang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Kadiflam: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - susuberuang.xyz

By topglobal99 → Saturday, July 18, 2020